SMDR beberkan penyebab tekanan laba pada kuartal I 2026

Kamis, 25 Juni 2026

image

JAKARTA - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menyebut profitabilitas pada kuartal I 2026 tertekan akibat gangguan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan biaya operasional, termasuk biaya bahan bakar.Direktur Utama SMDR Bani Maulana Mulia mengatakan pendapatan perusahaan pada kuartal I 2026 meningkat, namun laba bersih mengalami tekanan karena kenaikan biaya."Pendapatan kuartal pertama 2026 lebih baik, tapi laba bersihnya berbeda. Faktor yang menekan profitabilitas tentunya gangguan yang terjadi di Middle East, tapi tentunya berimpak kepada seluruh layanan dan kepada biaya," ujar Bani, dalam paparan publik, Rabu (24/6).Ia menambahkan kenaikan biaya bahan bakar turut memengaruhi total biaya perusahaan sehingga profitabilitas tertekan pada kuartal pertama tahun ini.Menurut Bani, kenaikan pendapatan menunjukkan permintaan dan volume angkutan tetap terjaga."Secara bisnis, secara pendapatan, secara permintaan, secara volume kapal tidak turun. Kapalnya tetap penuh, permintaan tetap tinggi, cuma memang biayanya kemarin lebih tinggi sehingga profitabilitas terpengaruh," katanya.Mengacu pada laporan keuangan perusahaan, pendapatan SMDR pada kuartal I 2026 mencapai US$184,3 juta, naik 2% dibandingkan US$181,1 juta pada periode yang sama tahun lalu.Meski pendapatan meningkat, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 35% secara tahunan menjadi US$10,13 juta dari US$15,51 juta pada kuartal I 2025.Terkait kinerja kuartal II 2026, Bani mengatakan perseroan telah melihat adanya indikasi perbaikan meskipun belum dapat menyampaikan hasil resmi karena periode tersebut belum berakhir."Kelihatan, sudah terlihat indikasi perbaikan. Karena penyesuaian sudah terjadi terhadap gangguan tadi dan biaya tetap bisa dijaga," ujarnya.Ia juga mengatakan perseroan tetap optimistis terhadap kinerja sepanjang 2026 karena permintaan pada layanan internasional maupun domestik masih terjaga."Sejauh ini permintaan itu tetap ada dan tetap tinggi, permintaan di service-service kami yang beroperasi secara internasional. Bahkan untuk permintaan di lingkungan domestik juga relatif tetap baik," kata Bani.Menurut dia, segmen internasional masih memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan segmen domestik.

"Meskipun di domestik kita juga performance-nya tetap baik, tetapi kontribusi internasional kita lebih baik," tutup Bani. (DK)