MAP bawa Ace Hardware kembali ke Indonesia akhir Juli, simak detailnya
Kamis, 25 Juni 2026
JAKARTA – VP Sharma, Wakil Presiden Direktur dan CEO PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), mengonfirmasi bahwa Perseroan akan membawa Ace Hardware kembali ke Indonesia tahun ini, usai dilepas oleh Kawan Lama Group pada 2024.
Berdasarkan data IDNFinancials, rencana MAP Group untuk membawa kembali brand Ace Hardware ke Indonesia terungkap dalam Earnings Call Q2 2025, dan disambut sentimen yang positif dari pasar.
Dalam pemaparannya saat ditemui di gelaran Public Expose MAP Group, Rabu (24/6), Sharma mengungkap bahwa tawaran untuk menjadi franchisee brand tersebut datang langsung dari pihak principal Ace Hardware asal Amerika Serikat.
“Ketika mereka mendatangi kami, kami bertanya pada Kawan Lama Group, dan mereka mengonfirmasi bahwa mereka memutuskan untuk tak lagi memperpanjang (lisensi) brand tersebut,” kata Sharma.
Pihak MAP kemudian menjajaki peluang bisnis dengan Ace Hardware, dan melakukan studi kelayakan sebelum akhirnya menyetujui kerja sama tersebut.
Sharma menyebutkan bahwa MAP Group akan fokus untuk membawa citra Ace Hardware di negara asalnya, AS, ke gerai-gerainya di Jakarta nanti.
Di sisi lain, ia mengakui bahwa bisnis Ace Hardware, yang fokus pada penjualan berbagai kebutuhan rumah tangga, merupakan segmen bisnis yang baru bagi MAP Group – yang identik dengan produk lifestyle, fashion, dan F&B.
“Jadi, kami tidak akan terlalu agresif,” tegasnya.
Oleh karena itu, Sharma menyebutkan bahwa gelombang ekspansi brand Ace Hardware akan diawali dengan skala yang moderat, yaitu pembukaan 5-7 toko, dimulai akhir Juli atau awal Agustus 2026.
“Setelah kami memahami bisnis ini menguntungkan, baru kami akan mulai ekspansi besar-besaran … kami ingin melihat prospek keuangannya, apakah ini akan menguntungkan atau tidak,” jelasnya.
Sebagai catatan, hal ini juga sejalan dengan strategi ekspansi prudent yang dicanangkan MAP Group di tahun 2026.
Perseroan memperkirakan baru dapat mengungkap rencana jangka panjang ekspansi serta proyeksi kontribusi brand tersebut terhadap kinerjanya di tahun 2027 mendatang.
Ace Hardware sebelum MAP Group
Sebagai catatan, lisensi atas jenama Ace Hardware sebelumnya dimiliki oleh PT Ace Hardware Indonesia Tbk, yang kini mengubah namanya menjadi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES).
ACES sebelumnya telah menjalin kerja sama lisensi dengan Ace Hardware International Holdings sejak 1996. Perjanjian lisensi 15 tahun itu berulang kali diperpanjang, hingga akhirnya dihentikan pada akhir 2024.
ACES lantas melakukan rebranding jaringan tokonya menjadi jenama ekslusif miliknya, yaitu “AZKO” sejak awal tahun 2025.
Laporan keuangan ACES pada akhir 2025 menunjukkan bahwa laba bersihnya merosot hingga 25% secara tahunan pada akhir 2025, meski pendapatan cenderung stabil, hanya naik 0,7% menjadi Rp8,64 triliun.
Namun, laba bersih unit Kawan lama Group tersebut kembali melonjak 15,5% pada kuartal I 2026, sejalan dengan pendapatan yang ikut tumbuh 10,1%.
Sementara itu, MAPI mencatatkan kinerja pendapatan dan laba yang kuat di 2025, dengan kenaikan pendapatan hingga 13,9% dan laba bersih tumbuh 26,2%.
Di kuartal I 2026, pertumbuhan berlanjut dengan lonjakan pendapatan dan laba bersih masing-masing 32% dan 33%, dengan margin laba bersih stabil di level 5,1%.
Perubahan kendali di MAPI
Sebagai catatan, MAPI sendiri tengah berada dalam proses tender wajib (MTO) pascaakuisisi 51% saham Perseroan dari PT Satya Mulia Gema Gemilang oleh Pacific Universal Investments Pte. Ltd. (PUI) asal Singapura pada awal 2026.
Kabar akuisisi ini pertama tersiar pada September 2025 lalu. Menurut Sharma, proses MTO diproyeksikan berakhir pada 16-17 Juli, dengan pembayaran dijadwalkan pada akhir bulan, yaitu sebesar Rp1.550 per lembar.
Sharma menjelaskan bahwa perusahaan investasi Singapura tersebut bekerja sama dengan private equity CVC, yang merupakan mitra MAPI pada tahun 2015-2017.
Berdasarkan data IDNFinancials, PUI dan CVC Capital Partners memang telah menunjuk dua kendaraan investasinya sebagai pelaksana MTO, yaitu Samudra Investment dan Ocean Continuum.
“Karena CVC sudah mengenal kami, mereka merasa sangat nyaman dengan manajemen yang ada,” katanya.
Dengan demikian, ia menegaskan bahwa perubahan kepemilikan mayoritas atas MAPI tidak akan mengubah arah Perseroan dan manajemen eksisting. (ZH)