Trump kucurkan US$17 miliar untuk bangun 10 reaktor nuklir

Kamis, 25 Juni 2026

image

JAKARTA - Pemerintahan Presiden Donald Trump menyiapkan pinjaman senilai US$17,5 miliar untuk mempercepat pembangunan 10 reaktor nuklir skala besar di Amerika Serikat.

Seperti dikutip CNBC, Departemen Energi AS (DOE) menyatakan pendanaan tersebut akan mendukung lima proyek pembangkit listrik tenaga nuklir yang masing-masing akan mengoperasikan dua reaktor besar. Dana pinjaman difokuskan untuk membiayai komponen-komponen utama yang membutuhkan waktu produksi dan pengiriman panjang.

Menteri Energi AS, Chris Wright, mengatakan program tersebut dirancang untuk memangkas biaya konstruksi sekaligus mempercepat penyelesaian proyek hingga tiga tahun lebih cepat dibandingkan jadwal normal.

"Mereka tersebar secara geografis di seluruh negeri," ujar Wright saat menjelaskan lokasi proyek yang tersebar di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Seluruh proyek akan menggunakan teknologi reaktor AP1000 milik Westinghouse yang memiliki kapasitas sekitar 1,1 gigawatt per unit atau cukup untuk memasok listrik bagi lebih dari 800.000 rumah tangga.

Westinghouse akan menggandeng hingga lima perusahaan utilitas atau energi yang memenuhi syarat untuk mengembangkan proyek tersebut. Perusahaan itu juga telah menandatangani letter of intent dengan tujuh calon mitra yang telah mengidentifikasi lokasi pembangunan reaktor.

Meski demikian, pemerintah AS belum mengungkap lokasi final penerima pendanaan. Wright menegaskan proses seleksi masih berlangsung dan keputusan akhir belum ditetapkan.

Skema pendanaan juga dirancang untuk memastikan keterlibatan sektor swasta. Kepala Kantor Program Pinjaman DOE, Greg Beard, menjelaskan dana pinjaman tidak akan disalurkan langsung kepada Westinghouse, melainkan kepada lima entitas proyek khusus atau special purpose vehicle (SPV).

Menurut Beard, Westinghouse dan mitranya wajib menyetor hampir US$1 miliar dalam bentuk ekuitas pada setiap SPV untuk memperoleh akses terhadap fasilitas pinjaman pemerintah tersebut.

Pemerintahan Trump juga berharap perusahaan-perusahaan teknologi besar menandatangani kontrak pembelian listrik jangka panjang guna mendukung kelayakan finansial proyek nuklir tersebut.

Lonjakan kebutuhan energi dari pusat data AI mendorong sektor teknologi semakin aktif mencari sumber listrik yang andal dan rendah emisi. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi menjadi salah satu pendorong utama kebangkitan industri nuklir di Amerika Serikat.

Microsoft dan Google diketahui telah mendukung pengaktifan kembali pembangkit nuklir Three Mile Island di Pennsylvania dan Duane Arnold di Iowa. Namun hingga saat ini belum ada perusahaan teknologi yang menandatangani perjanjian untuk mendukung pembangunan pembangkit nuklir besar yang benar-benar baru.

Program percepatan pembangunan reaktor ini merupakan tindak lanjut dari perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada Mei 2025. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan konstruksi 10 reaktor nuklir besar dimulai sebelum 2030.

Westinghouse kemudian menyatakan komitmennya untuk membantu merealisasikan target tersebut. Saat ini, AP1000 menjadi satu-satunya desain reaktor nuklir skala besar yang telah mengantongi izin operasi di Amerika Serikat.

Pengumuman DOE langsung mendapat respons positif dari pasar. Saham Cameco Corp., induk usaha Westinghouse, menguat lebih dari 1% setelah pemerintah mengumumkan paket pembiayaan tersebut.(DH)