Pertemuan Putin–Prabowo bahas kerja sama militer hingga energi nuklir

Kamis, 11 Desember 2025

image

MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Rabu bahwa Moskow puas dengan perkembangan kerja sama militer kedua negara dan siap membantu Indonesia dalam pengembangan energi nuklir.Dalam pertemuan di Kremlin, Putin juga menyinggung penurunan kecil ekspor gandum Rusia ke Indonesia tahun ini, yang ia sebut akan menjadi salah satu topik pembahasan.Pertemuan tersebut merupakan yang kedua kalinya tahun ini di Rusia, di tengah upaya Putin memperkuat hubungan dengan negara-negara Global South saat ekonomi Moskow masih terdampak sanksi Barat akibat perang di Ukraina.Dilansir dari reuters.com, dalam percakapan yang disiarkan televisi, Prabowo memuji hubungan kedua negara yang "sangat baik" dan mengundang Putin untuk berkunjung ke Indonesia pada 2026 atau 2027.Merujuk kunjungan Putin ke India pekan lalu, ia menegaskan Indonesia terbuka kapan pun Putin berkenan hadir.Putin menambahkan bahwa Rusia tengah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di sejumlah negara, dan menawarkan keahlian Rusia jika Indonesia memerlukannya.Indonesia sebelumnya menyatakan rencana membangun PLTN pertama pada 2032 dengan kapasitas 500 MW.Di sektor pertanian, Putin menyebut Indonesia masih mencatat surplus perdagangan kecil dengan Rusia dan menegaskan kesiapannya memperluas kerja sama.Ia mengakui pasokan gandum Rusia ke Indonesia sedikit menurun dan akan dibahas lebih lanjut.Rusia, eksportir gandum terbesar di dunia, kembali mengirimkan gandum ke Indonesia pada Oktober setelah jeda sejak Januari, menyusul kesepakatan terkait sertifikasi keamanan pangan.Pengiriman tersebut mencapai 52.000 ton, sementara total pasokan tahun ini sebelumnya hanya 123.000 ton pada Januari.Rusia berupaya memperluas pasar gandumnya ke Asia, namun diperkirakan menghadapi persaingan ketat dari Amerika Serikat yang tengah meningkatkan ekspor setelah perjanjian dagang baru di kawasan.Di tengah dinamika geopolitik, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif dan tidak akan bergabung dengan blok militer mana pun. Rusia juga memuji sikap Indonesia yang dinilai seimbang terkait perang di Ukraina. Kedua negara menggelar latihan angkatan laut pertama mereka di Laut Jawa pada November 2024.Putin menambahkan bahwa kerja sama militer kedua negara berkembang dengan baik, dan personel Indonesia secara rutin mengikuti pelatihan di universitas dan akademi militer Rusia. (DK)