Harga bensin belum turun, Trump selidiki Exxon dan Chevron
Kamis, 25 Juni 2026
NEW YORK - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Rabu (24/6) bahwa dirinya telah menginstruksikan United States Department of Justice untuk menyelidiki perusahaan-perusahaan minyak yang tidak menurunkan harga bensin di SPBU sejalan dengan turunnya biaya minyak mentah.
Seperti dikutip Reuters, Trump menuduh perusahaan-perusahaan tersebut melakukan praktik "penggelembungan harga" terhadap konsumen.
Pemerintahan Trump kemudian mengunggah cuplikan video di platform X pada hari yang sama, di mana Trump menyebut produsen minyak AS Exxon Mobil dan Chevron sebagai bagian dari penyelidikan tersebut.
"Harga minyak telah turun begitu banyak, tetapi kita tidak melihat dampaknya di pompa bensin," kata Trump dalam video itu.
Exxon dan Chevron belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Harga minyak melonjak tahun ini setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari. Kenaikan tersebut memicu kekhawatiran konsumen atas tingginya harga bensin, di tengah upaya Trump dan Partai Republik mempertahankan mayoritas tipis mereka di Kongres dalam pemilu sela November mendatang.
Data yang dirilis awal pekan ini menunjukkan bahwa upaya diplomasi antara Washington dan Teheran untuk meredakan konflik telah memberikan sedikit keringanan bagi konsumen AS, dengan harga bensin turun selama enam pekan berturut-turut.
Namun, Trump menilai penurunan harga bensin tersebut belum memadai dan tidak sebanding dengan penurunan harga minyak mentah.
"Perusahaan-perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga di pompa bensin sebanding dengan penurunan tajam harga minyak yang mereka bayar. Harga minyak jatuh sangat cepat. Dengan kata lain, konsumen sedang diperas," tulis Trump di Truth Social.
"Saya telah menginstruksikan DOJ untuk segera mulai menyelidiki hal ini," tambahnya.
Harga bensin di SPBU masih jauh lebih tinggi dibandingkan US$2,76 per galon yang tercatat pada Januari, lebih dari sebulan sebelum konflik Iran dimulai.
Berdasarkan data AAA, harga rata-rata bensin di AS pada Rabu mencapai US$3,93 per galon, turun hampir 14% dari puncaknya pada Mei.
Harga minyak mentah AS telah turun 36% dari level tertingginya pada Mei setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara serta membuka kembali Strait of Hormuz, jalur yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang dimulai.
"Harga bensin tidak bergerak seiring secara langsung dengan harga minyak mentah, terutama selama gangguan global besar yang masih memengaruhi pasokan, pengilangan, dan persediaan," kata Bethany Williams, juru bicara American Petroleum Institute, kelompok industri yang mewakili produsen minyak termasuk Exxon dan Chevron. (DK)