Pengendali baru gantikan Grup MNC, IATA akan revisi RKAB

Kamis, 25 Juni 2026

image

JAKARTA – PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) akan mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyusul pergantian pemegang saham pengendali di emiten tambang batu bara ini.

Investor Relations IATA, Gladys Levina, mengatakan langkah itu sejalan dengan target produksi batu bara perseroan menjadi 7,8 juta ton untuk 2026, seiring masuknya PT Karya Pacific Investama (KPI) pemegang saham pengendali baru.

Sejauh ini, IATA mendapat kuota produksi awal 2 juta MT dari Kementerian ESDM.

“Target ini diharapkan tercapai dari optimalisasi produksi dari tambang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) PT Putra Muba Coal (PMC), PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), dan PT Arthaco Prima Energy (APE),” ungkap Gladys, dalam keterangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (23/6).

Terkait masuknya KPI sebagai pengendali baru, pemegang saham telah memberikan persetujuan. Sehingga KPI menggantikan posisi PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT), setelah menyelesaikan tender offer sukarela.

Selain itu, pemegang saham juga menyetujui perubahan nama perseroan dari PT MNC Energy Investments Tbk menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk, atau nama lain yang memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM.

Dalam kesempatan yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris, termasuk pengangkatan Christian sebagai direktur baru. Berikut susunan manajemen IATA terbaru:

Dewan Komisaris

  • Presiden Komisaris (Independen): Irjen Pol (Purn) Drs. H. Hamidin
  • Komisaris: Hartono Tanoesoedibjo
  • Komisaris: Amin Mansur

Dewan Direksi

  • Presiden Direktur: Suryo Eko Hadianto
  • Wakil Presiden Direktur: Agustinus Wishnu Handoyono
  • Wakil Presiden Direktur: Kahar Chua
  • Direktur: Leader Dermawan Soli Daeli
  • Direktur: Christian

Sepanjang 2025, IATA membukukan pendapatan sebesar US$79,64 juta dan laba bersih sebesar US$8,27 juta. Produksi batu bara tercatat mencapai 3,42 juta MT, dengan volume penjualan sebesar 3,51 juta MT. (KR)