The Fed pangkas suku bunga, sinyal positif bagi pasar saham?
Kamis, 11 Desember 2025

JAKARTA – Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed telah memangkas suku bunga acuan 25 basis points (bps) ke level 3,5% hingga 3,75% pada Rabu (10/12) sore waktu setempat.
Ini merupakan pemangkasan ketiga yang dilakukan oleh The Fed sejak awal tahun, menyusul pelemahan pasar tenaga kerja di AS.
“Situasi di pasar tenaga kerja tampaknya mulai melambat, sementara inflasi tetap meningkat,” kata Jerome Powell, Ketua The Fed, dalam pidatonya.
Selain itu, Powell juga menyampaikan bahwa The Fedd juga kembali membeli surat utang AS atau US Treasury hingga US$40 miliar pada Jumat.
Pembelian surat utang itu, kata Powell, dalam rangka menjaga “persediaan surat utang yang dapat mengontrol kebijakan moneter The Fed berikutnya.”
Analis Phintraco Sekuritas menilai keputusan The Fed telah mendorong reli saham di Wall Street, serta mendorong indeks acuan seperti S&P 500 naik 1,05% dan Dow Jones menguat 0,58%.
Namun secara teknikal, indikator Stochastic RSI pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan death-cross yang disertai dengan lonjakan volume jual. “Diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 8.625-8.570,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan.
Sementara itu analis CGS International Sekuritas Indonesia, menilai pemangkasan suku bunga The Fed akan jadi sentimen positif bagi IHSG.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 8.640/8.580 dan resist 8.760/8.820,” jelas analis CGS International. (KR)