JPMorgan: 20% Penambang bitcoin rugi, margin tertekan harga rendah
Kamis, 25 Juni 2026
NEW YORK - Pendapatan para penambang bitcoin terus tertekan dalam hampir satu tahun terakhir.
Seperti dikutip dari TheBlock rata-rata pendapatan harian selama tujuh hari terakhir kini berada di kisaran US$30 juta, turun dari lebih dari US$50 juta per hari pada musim panas tahun lalu.
Kontribusi biaya transaksi (transaction fees) terhadap pendapatan penambang juga semakin kecil.
Saat ini, pendapatan dari biaya transaksi tercatat kurang dari US$250.000 per hari, jauh di bawah kontribusi subsidi blok yang masih menjadi sumber utama pemasukan.
Di sisi lain, harga bitcoin diperdagangkan di sekitar US$62.500, lebih rendah dibandingkan estimasi biaya produksi sebesar US$78.000 yang dihitung oleh JPMorgan.
Kesenjangan tersebut telah berlangsung selama lima bulan berturut-turut, menjadi periode terpanjang dalam siklus saat ini.
Secara historis, biaya produksi kerap menjadi batas bawah (price floor) bagi harga bitcoin.
Kondisi tersebut membuat sekitar 20% penambang bitcoin diperkirakan tidak lagi menguntungkan pada harga saat ini.
Tekanan itu mulai tercermin pada jaringan, dengan sensitivitas tingkat kesulitan penambangan (mining difficulty) terhadap harga bitcoin meningkat menjadi 0,62 dalam enam bulan terakhir.
Hal ini menunjukkan semakin banyak operator berbiaya tinggi yang menyalakan dan mematikan mesin penambangan mengikuti pergerakan harga, alih-alih tetap beroperasi dalam kondisi merugi.
Tingkat kesulitan penambangan tercatat turun 10% pada pekan kedua Juni, menjadi penurunan besar kedua sepanjang tahun ini setelah koreksi serupa pada kuartal pertama.
Kedua penurunan tersebut terjadi saat harga bitcoin bertahan di bawah biaya produksi.
Untuk menjaga operasional, perusahaan penambang publik lebih banyak mengandalkan neraca keuangan dibandingkan memangkas aktivitas lebih jauh.
Pada kuartal pertama, mereka menjual lebih dari 32.000 BTC guna menutup biaya operasional.
Dengan halving berikutnya yang masih hampir dua tahun lagi, subsidi blok akan terus menurun seiring waktu.
Sementara itu, pendapatan dari biaya transaksi menjadi satu-satunya variabel yang masih dapat ditingkatkan oleh para penambang.
Namun karena kontribusinya masih berada di level terendah dalam beberapa tahun terakhir, pemulihan margin industri saat ini sangat bergantung pada kenaikan harga bitcoin. (DK)