Pengendali YOII alihkan jatah rights issue ke startup Qoala
Kamis, 25 Juni 2026
JAKARTA – Pemegang saham pengendali PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) akan mengalihkan seluruh Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) milik mereka, kepada startup insurtech Qoala Technology Pte. Ltd.
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perseroan pada Kamis (25/6), Adi Wibowo Adisaputro dan Djajus Adisaputro yang merupakan pemegang saham utama YOII, menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh masing-masing haknya atas 289,74 juta dan 101,73 juta HMETD.
Seluruh hak yang memberi kesempatan mendapat saham baru seharga Rp100 per lembar itu, dialihkan kepada Qoala. Jika seluruh saham baru diserap oleh investor, YOII berpotensi meraup dana Rp68,49 miliar dari aksi korporasi ini.
Sementara Qoala yang saat ini memiliki 170,09 juta atau 4,97% saham YOII, akan melaksanakan seluruh HMETD miliknya.
Startup yang beroperasi sejak 2018 ini, telah menyampaikan bukti kecukupan dana berupa Statement of Assets yang diterbitkan UBS AG Singapore Branch.
Porsi saham Adi Wibowo Adisaputro dan Djajus Adisaputro setelah aksi korporasi ini akan terdilusi menjadi 35,25% dan 22,73%. Sedangkan porsi saham Qoala naik menjadi 14,49%.
Adapun total saham baru yang akan diterbitkan YOII adalah sebanyak 684,94 juta lembar, setara 16,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.
Sekitar 90% dana hasil rights issue, akan dialokasikan untuk kegiatan pemasaran dan distribusi produk YOII. Sisanya sekitar 10% untuk pengembangan aplikasi dan infrastruktur teknologi informasi.
Pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 8–21 Juli 2026, sementara recording date pada 6 Juli 2026. (KR)