BVIC bidik Rp800 miliar lewat obligasi, tawarkan kupon 8,75%
Kamis, 25 Juni 2026
JAKARTA – PT Bank Victoria Tbk (BVIC), emiten sektor keuangan di bawah kendali Suzanna Tanojo, mengincar dana segar hingga Rp800 miliar lewat penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I 2026.
Efek utang ini adalah bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan lewat Obligasi Berkelanjutan V BVIC, dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp2,5 triliun.
Pada penerbitan tahap pertama, BVIC menawarkan tingkat bunga 8,75% per tahun untuk tenor 3 tahun.
Tingkat bunga ini lebih rendah dari obligasi yang terakhir kali diterbitkan perseroan, yaitu sebesar 8,25% pada 2025 untuk tenor yang sama.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, BVIC berencana menggunakan seluruh dana hasil penerbitan obligasi tahap pertama ini untuk modal kerja, dalam rangka mendanai penyaluran kredit.
Penawaran umum obligasi dijadwalkan pada 25-29 Juni 2026, sementara pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berlangsung pada 2 Juli 2026.
BVIC menunjuk PT Victoria Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi, serta mendapat peringkat “idA- (Single A Minus)” dari Pefindo terkait penerbitan surat utang ini.
Namun BVIC hanya menjamin emisi penuh sejumlah Rp400 miliar dalam penerbitan kali ini, sedangkan sisanya akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort).
Menurut data IDNFinancials.com, saat ini Suzanna Tanojo tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari saham BVIC. Ia mengendalikan 65,17% saham lewat PT Victoria Investama Tbk (VICO) dan 6,32% secara langsung. (KR)