The Fed mulai beli treasury bills, untuk injeksi likuiditas ke pasar?

Kamis, 11 Desember 2025

image

WASHINGTON - Federal Reserve (The Fed) pada Rabu (10/12), mengumumkan akan segera memulai pembelian obligasi pemerintah jangka pendek untuk membantu mengelola likuiditas pasar dan memastikan kendali yang stabil atas target suku bunga.Pembelian teknis ini akan dimulai Jumat mendatang, dengan putaran awal diperkirakan mencapai sekitar US$40 miliar per bulan dalam bentuk Treasury bills, kata Fed dalam pengumuman terkait rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru.The Fed menambahkan bahwa pembelian ini akan tetap tinggi selama beberapa bulan untuk mengimbangi kenaikan besar liabilitas non-reserve yang diperkirakan terjadi pada April, dan setelah itu, laju pembelian diperkirakan akan berkurang sesuai pola musiman liabilitas Fed.Ketua The Fed, Jerome Powell, menekankan bahwa pembelian ini semata-mata untuk menjaga pasokan cadangan yang memadai, sehingga mendukung kontrol efektif atas suku bunga kebijakan, dan tidak memiliki implikasi terhadap kebijakan moneter secara keseluruhan.Dilansir dari reuters.com, banyak pengamat The Fed memperkirakan dimulainya kembali pembelian aset, sebagian besar memprediksi akan berlangsung awal tahun depan.Namun, beberapa pihak melihat langkah ini sebagai suntikan likuiditas pasar, bukan stimulus ekonomi.Scott Skyrm dari Curvature Securities menilai bahwa laju pembelian ini "lebih besar" daripada pelunasan obligasi mortgage yang sedang berlangsung, sehingga secara efektif menjadi injeksi likuiditas.Langkah ini terjadi tak lama setelah The Fed menghentikan program penyusutan aset (quantitative tightening/QT) awal bulan ini.Sejak 2022, Fed membiarkan obligasi Treasury dan mortgage jatuh tempo tanpa diganti untuk mengurangi likuiditas yang ditambahkan selama pandemi COVID-19, menurunkan ukuran neraca The Fed dari US$9 triliun pada 2022 menjadi US$6,6 triliun saat ini.Penghentian QT diumumkan akhir Oktober setelah muncul tanda-tanda ketatnya likuiditas dapat menyulitkan pengelolaan suku bunga federal funds, alat utama Fed untuk mengendalikan inflasi dan mendukung lapangan kerja.Kenaikan suku bunga pasar uang dan penggunaan besar-besaran Standing Repo Facility oleh lembaga keuangan menjadi sinyal potensi hilangnya kontrol Fed terhadap suku bunga.Powell mengatakan, "Kami tahu langkah ini akan datang. Saat akhirnya terjadi, datang sedikit lebih cepat dari perkiraan, tetapi kami siap melakukan tindakan yang diperlukan untuk memastikan pasar memiliki likuiditas yang cukup."Ia menambahkan, besarnya pembelian awal juga terkait jatuh tempo pajak 15 April, yang biasanya menimbulkan tantangan likuiditas pasar.Setelah melewati tanggal tersebut, kebutuhan cadangan ekonomi diperkirakan hanya memerlukan pembelian sekitar US$20–25 miliar per bulan, kata Powell. (DK)