ELSA perkuat bisnis hulu migas lewat investasi strategis hingga 2026
Kamis, 25 Juni 2026
JAKARTA - PT Elnusa Tbk (ELSA) atau biasa disebut Elnusa, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui realisasi investasi strategis pada lini bisnis jasa hulu minyak dan gas (migas) hingga Mei 2026.
Direktur Pengembangan Usaha ELSA, Arief Prasetyo Handoyo, mengatakan realisasi investasi tersebut mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap prospek industri jasa hulu migas sekaligus komitmen dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
“Investasi yang kami lakukan bukan semata penambahan aset, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas, meningkatkan produktivitas, dan menangkap peluang pertumbuhan di sektor hulu migas,” ujar Arief, dalam siaran pers, Kamis (25/6).
Ia menjelaskan, dengan portofolio investasi yang terukur dan berbasis kebutuhan pasar, Elnusa optimistis dapat memperkuat kinerja operasional, meningkatkan profitabilitas, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas layanan, memperluas kapabilitas teknologi, serta menangkap peluang pasar yang terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi dan produksi migas nasional.
Investasi yang direalisasikan Elnusa difokuskan pada penguatan kompetensi inti (core competency) sebagai penyedia jasa energi terintegrasi, khususnya pada segmen jasa hulu migas yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama kinerja perusahaan.
Dengan pendekatan yang selektif dan berbasis kebutuhan pasar, investasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing, produktivitas aset, serta menciptakan sumber pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pada lini Marine Site Survey (MSS), Elnusa memperkuat layanan Survey Topography & Positioning Services (STPS) melalui investasi peralatan navigasi terbaru.
Dukungan teknologi seperti Differential Global Navigation Satellite System (DGNSS), Side Scan Sonar, dan Marine Magnetometer memungkinkan peningkatan akurasi survei offshore yang dibutuhkan dalam aktivitas rig moving, pengembangan lapangan, hingga eksplorasi migas lepas pantai.
Sementara itu, pada lini Pressure & Pumping Services (PPS), perusahaan menambah Coiled Tubing Unit yang dilengkapi teknologi monitoring dan modelling terkini.
Investasi ini meningkatkan kapasitas layanan well intervention yang saat ini menunjukkan prospek pasar positif, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan aktivitas workover dan optimasi produksi pada lapangan migas eksisting.
Tak hanya itu, Elnusa juga menginvestasikan Cementing Unit generasi terbaru guna meningkatkan keandalan operasional.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi biaya dalam jangka panjang sekaligus memperkuat posisi kompetitif perusahaan pada layanan cementing.
Di lini Non Seismic Survey, Elnusa memperluas kapabilitas teknologi melalui investasi Passive Geobit C100 yang mendukung kebutuhan survei dan monitoring bawah permukaan secara lebih komprehensif.
Perusahaan juga berinvestasi pada peralatan Electric Wireline Logging (EWL) untuk menjaga keberlanjutan layanan offshore cased hole workover dan well services yang masih menjadi kebutuhan penting pelanggan di sektor hulu migas.
Karena itu, perusahaan akan terus menjalankan strategi investasi yang disiplin, selektif, dan berorientasi pada peningkatan kapasitas bisnis yang memberikan kontribusi langsung terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba.
Pada perdagangan sesi dua hari ini, Kamis (25/6), harga saham ELSA stagnan di level Rp545 per lembar.
Namun, dalam sebulan terakhir, saham ELSA merosot 16,92% dan melonjak 5,88% sejak awal 2026. (DK)