IHSG naik 1,96% didukung harga minyak dan efisiensi dana MBG

Kamis, 25 Juni 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,96% atau 115,16 poin ke level 5.999,04 pada perdagangan Kamis (25/6), setelah sempat melemah di awal sesi dan menyentuh level terendah di 5.864.

Total transaksi di pasar saham mencapai Rp13,65 triliun, melibatkan perdagangan 22,57 miliar lembar saham.

Saham-saham bank dengan kapitalisasi pasar terbesar, kembali mencatatkan transaksi terbesar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin dengan nilai transaksi Rp1,2 triliun, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp1,11 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp978,11 miliar.

Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan indeks ditopang sentimen positif, atas pelemahan harga minyak mentah yang kembali mendekati US$70 per barel.

Penurunan harga tersebut, diyakini berpotensi meredakan beban anggaran belanja pemerintah Indonesia, karena telah sesuai dengan asumsi yang tercantum dalam APBN 2026.

“Sehingga mengurangi tekanan akan pelebaran defisit APBN 2026, yang selama ini merupakan salah satu kekhawatiran investor,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan usai penutupan perdagangan.

Selain itu, lanjut analis Phintraco, sentimen positif juga datang dari rencana pemerintah Indonesia memangkas anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis.

Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,05% ke Rp17.943 per dolar Amerika Serikat (AS).

Penguatan ini sejalan dengan kinerja mata uang negara emerging market di kawasan Asia Pasifik, yang cenderung menguat terhadap dolar AS.

Ringgit Malaysia memimpin dengan penguatan 0,48%, disusul peso Filipina 0,36%, dan rupee India 0,27%. (KR)