Setelah lama kritik kripto, Roubini kini masuk bisnis tokenisasi

Jumat, 26 Juni 2026

image

NEW YORK - Ekonom Nouriel Roubini, yang dikenal luas karena prediksinya atas krisis keuangan 2008 sekaligus kritik kerasnya terhadap kripto, kini justru bersiap meluncurkan token keamanan digital berbasis dana investasinya sendiri.

Dikutip dari The Street, Roubini melalui perusahaan investasi Atlas Capital Team akan meluncurkan USAFi, token digital berbasis standar ERC-20 yang didukung oleh Atlas America Fund (USAF) pada kuartal III-2026.

Langkah ini dinilai mengejutkan karena selama bertahun-tahun Roubini menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap aset kripto dan teknologi blockchain.

Roubini, yang dijuluki Dr. Doom berkat prediksinya atas krisis subprime mortgage 2008 dan resesi besar sesudahnya, sejak lama menilai sebagian besar aset digital tidak memiliki nilai fundamental.

Pada 2018, ia bahkan pernah menyebut 99% dunia kripto sebagai kumpulan shitcoin yang diperdagangkan satu sama lain. Ia juga berulang kali menyatakan bahwa blockchain terlalu dibesar-besarkan dan tidak akan menjadi teknologi yang mendisrupsi sektor keuangan dalam satu dekade ke depan.

Namun, sikap itu kini mulai bergeser. Dalam pengumuman pada 23 Juni 2026, Roubini mengatakan USAFi berbeda dari mayoritas aset digital karena ditopang aset riil.

Token tersebut mewakili kepemilikan atas Atlas America Fund, ETF yang diluncurkan Atlas Capital Team pada November 2024 dan memberi eksposur ke obligasi pemerintah AS, real estat, emas, serta komoditas pertanian.

Secara sederhana, tokenisasi merupakan proses mengubah hak kepemilikan atas aset dunia nyata, seperti properti, saham, atau karya seni, menjadi token digital di atas jaringan blockchain. Dalam konteks ini, USAFi menjadi representasi digital dari kepemilikan atas dana investasi USAF.

Roubini mengatakan selama ini ia menilai banyak aset digital tidak mampu memberi perlindungan terhadap perang dagang, sanksi, maupun inflasi karena tidak ditopang aset nyata.

Namun, menurut dia, USAFi dibangun di atas portofolio cadangan yang terdiversifikasi ke Treasury, emas, pangan, keamanan siber, dan sektor lain yang tengah dibentuk oleh perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Karena itu, ia menyebut posisinya kini bergeser dari sekadar pengkritik menjadi pelaku. Menurut dia, instrumen seperti USAFi dirancang untuk dunia nyata, bukan sekadar gagasan ideal tentang masa depan aset digital.

Token tersebut dikembangkan bersama Atlas AI Labs, anak usaha Atlas Capital Team di Dubai, yang telah memperoleh persetujuan prinsip dari Virtual Assets Regulatory Authority (VARA) Dubai. Setelah lisensi penerbitan penuh dikantongi, USAFi dijadwalkan meluncur pada kuartal III-2026. (ARF)