Conrad tunjuk PT PAL garap infrastruktur lapangan gas Mako Natuna
Jumat, 26 Juni 2026
JAKARTA - PT PAL Indonesia mendapatkan kontrak untuk mengerjakan infrastruktur utama pada proyek lapangan gas Mako di Laut Natuna Barat, guna memperluas keterlibatan perusahaan nasional dalam pengembangan proyek gas lepas pantai di Indonesia.
Dikutip dari Offshore Energy, kontrak tersebut diberikan oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL), anak usaha mayoritas Conrad Asia Energy yang berbasis di Singapura.
PT PAL, dan ditunjuk untuk mengerjakan rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan transportasi (RPKT) bagi conductor support frame (CSF), yakni struktur penunjang yang akan digunakan dalam pengembangan lapangan gas Mako.
Lapangan gas Mako pada tahap awal akan dikembangkan melalui enam sumur produksi yang terhubung ke mobile offshore production unit (MOPU) sewaan.
Dari sana, gas akan dialirkan melalui pipa sepanjang sekitar 59 kilometer menuju platform KF di wilayah kerja Kakap PSC, sebelum diteruskan lewat jaringan pipa West Natuna Transportation System (WNTS) untuk memasok pasar domestik.
Dalam kontrak tersebut, PT PAL akan menangani perancangan teknik mendetail untuk memperbarui front-end engineering design (FEED), serta menyelesaikan desain menyeluruh CSF beserta rekayasa transportasi dan instalasinya.
Selain itu, perusahaan juga bertanggung jawab atas pengadaan material di luar pasokan utama, memproduksi dan merakit struktur jacket serta topsides, hingga mengirimkannya ke lokasi lepas pantai.
Managing Director sekaligus Chief Executive Officer Conrad Asia Energy, Miltos Xynogalas, menyebut kontrak ini sebagai langkah strategis bagi perusahaan dalam pengembangan proyek energi lepas pantai.
Menurut dia, kerja sama dengan PT PAL menunjukkan komitmen Conrad untuk melanjutkan pengembangan gas di Indonesia, sekaligus menegaskan peran gas alam dalam menopang ketahanan energi kawasan dan agenda transisi energi.
Pada awal bulan ini, WNEL menunjuk PT Pertamina Drilling Services Indonesia melalui konsorsium PDSI-ADES untuk menyediakan jack-up drilling rig bagi pengembangan Lapangan Mako. Kontrak tersebut mencakup penggunaan Rig Admarine 502 untuk mengebor enam sumur pengembangan dan memasang struktur CSF. (ARF)