JPMorgan: Michael Burry salah bertaruh pasang posisi short Nvidia
Minggu, 16 November 2025

JAKARTA — Michael Burry kembali menjadi sorotan setelah menempatkan posisi short besar terhadap saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI), termasuk Nvidia (NASDAQ:NVDA) dan Palantir Technologies (NYSE:PLTR).
Langkah tersebut mengulang reputasinya sebagai investor kontrarian sejak keberhasilannya memprediksi krisis subprime mortgage pada tahun 2008.
Namun kali ini, pandangannya mendapat bantahan kuat dari analis JPMorgan & Chase (NYSE:JPM).
Seperti dikutip Yahoo Finance Jumat 14/11, dalam laporan terbarunya JPMorgan menilai industri AI justru berada dalam fase ekspansi awal, bukan gelembung yang siap pecah.
Bank tersebut memaparkan proyeksi kebutuhan pendapatan sebesar US$650 miliar per tahun dalam lima tahun mendatang untuk mencapai imbal hasil investasi 10% pada infrastruktur AI global, setara 0,58% dari PDB dunia.
Proyeksi itu mencerminkan besarnya potensi monetisasi seiring peningkatan produktivitas di sektor-sektor seperti kesehatan, keuangan, dan manufaktur.
JPMorgan menegaskan bahwa biaya adopsi tidak sepenuhnya akan dibebankan kepada konsumen, melainkan ditopang perusahaan dan institusi yang memperoleh manfaat langsung dari efisiensi berbasis AI. Belanja modal besar-besaran untuk pusat data, chip, hingga perangkat lunak diprediksi terus meningkat seiring permintaan dari hyperscaler dan korporasi global.
Bank tersebut memperingatkan risiko bertaruh melawan momentum AI, terutama karena valuasi saat ini merefleksikan potensi pendapatan jangka panjang. Menurut JPMorgan, saham seperti Nvidia dan Palantir masih memiliki ruang kenaikan karena menyediakan infrastruktur inti bagi ekosistem AI yang sedang berkembang cepat.
Sebelumnya diketahui, pasar saham global berguncang setelah investor legendaris Michael Burry tokoh di balik “The Big Short” mengungkapkan posisi short senilai US$1,1 miliar terhadap dua raksasa teknologi, Nvidia dan Palantir. Aksi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor terhadap reli panjang saham-saham berbasis kecerdasan buatan.(GA)