Selat Hormuz mereda, ADNOC pangkas harga minyak murban jadi US$101,48
Jumat, 26 Juni 2026
JAKARTA - Perusahaan minyak nasional Abu Dhabi, ADNOC, memangkas harga jual resmi (official selling price/OSP) minyak mentah andalannya, Murban, untuk pengapalan Juli menjadi US$101,48 per barel.
Seperti dikutip OILPRICE, Angka tersebut turun dari US$104,44 per barel pada Juni, seiring melemahnya harga minyak acuan global dan Timur Tengah.
Mengutip Economy Middle East, daftar harga terbaru ADNOC mencerminkan pelunakan pasar setelah Selat Hormuz kembali dibuka secara terbatas.
ADNOC juga menetapkan harga minyak mentah jenis Umm Lulu, Das, dan Upper Zakum pada level yang sama dengan Murban, yakni US$101,48 per barel untuk pengapalan Juli.
Penurunan harga terjadi setelah harga Brent dan sejumlah minyak acuan Timur Tengah, seperti Dubai, Murban, dan Oman, terkoreksi dalam sepekan terakhir.
Pelemahan dipicu oleh pengumuman Amerika Serikat dan Iran terkait nota kesepahaman untuk memulai pembicaraan damai serta pembukaan kembali Selat Hormuz.
Selain itu, AS juga mencabut blokade di Teluk Oman yang sebelumnya diberlakukan untuk membatasi ekspor minyak Iran.
Harga minyak mentah acuan Timur Tengah terus melemah seiring berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap ketatnya pasokan dari kawasan tersebut.
Kesepakatan antara AS dan Iran meningkatkan ekspektasi bahwa pasokan minyak dari salah satu wilayah pengekspor terbesar dunia akan kembali pulih dalam waktu dekat.
Meredanya kekhawatiran terhadap pasokan minyak siap serah (prompt crude supply) turut mendorong perubahan struktur pasar.
Untuk pertama kalinya sejak konflik pecah pada 28 Februari, kurva kontrak berjangka minyak acuan Dubai dan Murban berbalik ke kondisi contango.
Dalam struktur contango, harga kontrak pengiriman di masa mendatang lebih tinggi dibandingkan harga kontrak untuk pengiriman segera.
Kondisi ini umumnya mencerminkan berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap kelangkaan pasokan dalam jangka pendek.
Anjloknya harga minyak acuan Timur Tengah pasca-kesepakatan AS-Iran juga membuka peluang arbitrase bagi pelaku pasar untuk mengalihkan pengiriman minyak dari Timur Tengah ke Amerika Serikat dan Eropa. (DK)