Usai evaluasi Bernanke, Bank of England kucurkan dana £300 juta

Jumat, 26 Juni 2026

image

LONDON — Bank of England (BoE) meningkatkan pengeluarannya sebesar 10% pada tahun fiskal 2025/2026 seiring pelaksanaan efisiensi tenaga kerja dan peningkatan investasi menyusul hasil evaluasi yang dilakukan mantan Ketua Federal Reserve, Ben Bernanke.

Berdasarkan laporan tahunan yang dirilis Kamis, total belanja BoE naik £85 juta menjadi £940 juta pada tahun fiskal terakhir. 

Seperti dikutip Bloomberg, Bank sentral Inggris itu juga mengalokasikan £40 juta untuk mendanai program pengurangan karyawan.

Selain itu, BoE berencana menginvestasikan sekitar £300 juta dalam tiga tahun ke depan untuk memodernisasi sistem teknologi, pemodelan ekonomi, dan infrastruktur data.

Peningkatan investasi tersebut dilakukan setelah BoE mendapat kritik karena gagal memperkirakan besarnya lonjakan inflasi serta lamanya tekanan inflasi dua digit yang muncul setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Tinjauan yang dipimpin Bernanke menyimpulkan bahwa infrastruktur pendukung bank sentral membutuhkan investasi yang signifikan.

Untuk menjaga biaya operasional tetap terkendali di tengah peningkatan investasi, BoE menargetkan penghematan sebesar 8% dari biaya operasionalnya. 

Bank sentral juga menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada pegawai, dengan 446 karyawan dijadwalkan meninggalkan perusahaan hingga Februari tahun depan.

Langkah tersebut diperkirakan dapat menghemat sekitar £35 juta per tahun setelah biaya awal program pengunduran diri yang disepakati bersama mencapai £40 juta.

BoE juga melakukan penataan ulang portofolio properti guna menekan biaya. 

Sejumlah langkah yang dipertimbangkan antara lain meninggalkan kantor di Moorgate yang menjadi pusat divisi regulasi perbankan serta menjajaki penjualan klub olahraga miliknya di London yang selama ini digunakan untuk mendukung penyelenggaraan turnamen tenis Wimbledon.

Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan percepatan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) menunjukkan pentingnya investasi agar institusi tersebut dapat terus melayani masyarakat Inggris di masa kini maupun masa depan.

"Kami akan memperkuat kemampuan teknologi dan operasional untuk mengatasi risiko keusangan sistem serta memastikan kami dapat mendukung inovasi," ujar Bailey dalam laporan tersebut.

Meski belanja meningkat, laba setelah pajak BoE pada tahun fiskal 2025/2026 justru naik menjadi £132 juta, bertambah £34 juta dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kinerja tersebut memungkinkan bank sentral membayarkan dividen sebesar £66 juta kepada pemerintah Inggris, yang menjadi pembayaran dividen pertama sejak 2020.

Sementara itu, Bailey kembali menolak kenaikan gaji, seperti yang dilakukannya sejak menjabat sebagai gubernur pada 2020.

Gaji tahunannya tetap sebesar £495.000, meski nilainya bisa hampir £50.000 lebih tinggi apabila ia menerima penyesuaian gaji yang ditawarkan. (DK)