MUFG dan Danantara ajak Jepang investasi di proyek strategis Indonesia
Kamis, 11 Desember 2025

TOKYO - MUFG Bank, Ltd (MUFG) bekerja sama dengan Danantara Indonesia menyelenggarakan “Indonesia Day” di Tokyo, sebuah platform khusus untuk mendorong dan memperdalam kerja sama investasi antara Indonesia dan Jepang serta menyalurkan modal ke prioritas pembangunan nasional jangka panjang Indonesia.
Acara yang digelar pada Kamis lalu (4 Desember) ini menghadirkan delegasi pimpinan senior dari Danantara Indonesia serta sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia seperti dari Pertamina, PLN, BNI, Bank Mandiri, Pelindo, dan MIND ID.
Berdasarkan keterangan tertulis, Selasa (8/12) lalu, hal ini dilakukan dengan tujuan memperkuat kerja sama jangka panjang dan menyalurkan modal ke proyek pembangunan prioritas nasional. Delegasi Indonesia ini memaparkan tinjauan makroekonomi Indonesia, sektor prioritas, dan lanskap investasi, sekaligus berbagi inisiatif dan proyek yang sedang berjalan. Investor Jepang menunjukkan antusiasme tinggi untuk menjajaki kemitraan yang berkelanjutan. Indonesia menekankan pentingnya investasi di sektor-sektor strategis yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi, termasuk energi, infrastruktur, dan industri strategis lain di mana modal dan keahlian Jepang dapat memberikan nilai tambah. Dialog dan sesi jejaring antara delegasi dan investor Jepang diharapkan menjadi fondasi bagi kolaborasi dan investasi di masa depan. Nobuya Kawasaki, Managing Executive Officer dan Chief Executive for Asia-Pacific MUFG, mengatakan, “Indonesia menunjukkan posisinya sebagai ekonomi yang kuat dan tangguh," ujar Nobuya. Nobuya menambahkan bahwa, forum ini memperkuat komitmen kami mendukung agenda pembangunan jangka panjang melalui kerja sama dengan investor Jepang yang berorientasi jangka panjang. Dalam kesempatan yang sama, Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menambahkan, “Fokus investasi kami selaras dengan prioritas nasional dan minat investor global.Kami menekankan eksekusi, dampak, dan integritas untuk membangun kepercayaan, menarik modal jangka panjang, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi," kata Pandu. Kesempatan seperti ini, sambung Pandu, penting untuk menjelaskan strategi dan potensi Indonesia kepada mitra global. (DK)