Perluas AI dan Cloud di India, Amazon tambah investasi US$13 miliar

Jumat, 26 Juni 2026

image

JAKARTA — Amazon berencana menambah investasi sebesar US$13 miliar untuk memperluas infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan (cloud) di India.

Seperti dikutip CNBC, dengan tambahan tersebut, total investasi perusahaan di sektor AI dan cloud India akan mencapai US$48 miliar sepanjang periode 2026–2030.

Dana baru itu akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas pusat data Amazon Web Services (AWS) di Mumbai dan Hyderabad.

Sebelumnya, pada Desember tahun lalu, Amazon telah mengumumkan komitmen investasi senilai US$35 miliar sebagai bagian dari persaingan perusahaan teknologi global dalam membangun posisi di pasar India yang berkembang pesat.

CEO Amazon Andy Jassy mengatakan perusahaan berkomitmen menjadi mitra jangka panjang dalam pertumbuhan ekonomi India.

Menurutnya, investasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah India memperluas akses terhadap AI, mempercepat digitalisasi usaha kecil, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong ekspor.

Jassy juga bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi pada Kamis untuk membahas peran strategis India bagi Amazon. 

Saat ini, Amazon mengoperasikan berbagai lini bisnis di negara tersebut, mulai dari e-commerce, AI, layanan cloud hingga hiburan digital.

Amazon menyebut total investasinya di India sepanjang 2010–2030 diperkirakan mencapai US$88 miliar.

Melalui ekspansi pusat data, AWS menargetkan penyediaan akses yang lebih luas bagi startup, perusahaan, dan institusi pemerintah di India terhadap chip AI khusus, layanan AI terkelola, serta teknologi cloud yang aman dan andal.

India menjadi salah satu tujuan utama investasi perusahaan teknologi global. 

Pada Desember lalu, negara tersebut berhasil menarik komitmen investasi sekitar US$50 miliar dalam waktu 24 jam dari sejumlah raksasa teknologi AS, termasuk Amazon dan Microsoft. 

Sementara itu, Google juga tengah menggelontorkan investasi sekitar US$15 miliar untuk membangun kapasitas pusat data bagi pengembangan pusat AI baru di India selatan.

Meski India belum memproduksi chip canggih secara domestik dan belum memiliki model AI dasar setara dengan model terdepan dari AS maupun China, industri pusat data di negara tersebut tumbuh sangat cepat.

Menurut Nomura, kapasitas pusat data India meningkat menjadi sekitar 1,6 gigawatt (GW) pada 2025 dari 350 megawatt (MW) pada 2019.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan laju pertumbuhan tahunan majemuk sekitar 29%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 20%. (DK)