Peluang IHSG kembali menguat usai jebol di bawah 6.000
Jumat, 26 Juni 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi cenderung bergerak sideways pada perdagangan terakhir pekan ini, meskipun tetap berpeluang melanjutkan rebound di atas 6.000.
Pada perdagangan Kamis (25/6) kemarin, IHSG ditutup menguat 1,96% di level 5.999,04. Meskipun indeks menguat, investor asing tetap mencatatkan net sell atau penjualan bersih Rp299 miliar di seluruh pasar.
Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan harga minyak yang kembali ke kisaran US$70 per barel, menjadi sentimen positif yang mendukung penguatan IHSG. Sementara investor juga menyambut positif pertimbangan pemerintah, terkait efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rp50 triliun.
“Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.850-6.100 di perdagangan Jumat,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
Sementara itu analis CGS International Sekuritas menilai pelemahan indeks di Wall Street dan tekanan jual investor asing pada Kamis, berpotensi jadi sentimen negatif bagi IHSG. Namun penguatan rupiah dan harga sejumlah komoditas inti di pasar global, dinilai jadi sentimen positif bagi indeks saham Indonesia.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.885/5.770 dan resist 6.115/6.230,” jelas analis CGS International.
Adapun sentimen lain yang akan diwaspadai oleh pelaku pasar adalah dampak rilis data Core PCE Price Indeks Amerika Serikat (AS), menurut riset analis BRI Danareksa Sekuritas.
Indikator pengukur inflasi berdasar perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen ini, mengalami kenaikan 0,3% secara bulanan pada Mei 2026 dan 3,4% secara tahunan.
“Data tersebut memperkuat ekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer), sehingga berpotensi membatasi penguatan rupiah dan meningkatkan volatilitas pasar,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas.
Selain itu, analis BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways dengan support 5.860 dan resistance 6.130.
“Penembusan di atas 6.130 berpotensi membuka ruang penguatan lanjutan, sedangkan pelemahan di bawah 5.860 dapat memicu tekanan jual kembali,” imbuhnya. (KR)