Thailand buru pebisnis Tiongkok, bongkar dugaan cuci uang kripto

Jumat, 26 Juni 2026

image

JAKARTA - Otoritas Thailand menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap seorang pebisnis asal Tiongkok, Wang Yicheng, yang diduga terlibat dalam jaringan pencucian uang hasil penipuan investasi kripto dan perjudian daring melalui aktivitas penambangan mata uang kripto ilegal.

Wang sebelumnya menjadi sorotan dalam investigasi Reuters pada 2023 yang mengungkap rekening atas namanya menerima aliran dana jutaan dolar AS dari dompet kripto yang oleh perusahaan analisis blockchain asal Amerika Serikat dikaitkan dengan jaringan penipuan investasi kripto lintas negara.

Investigasi tersebut juga menyoroti kedekatan Wang dengan sejumlah tokoh politik dan aparat penegak hukum di Thailand.

Seperti dikutip Reuters, juru bicara Departemen Investigasi Khusus (Department of Special Investigation/DSI) Thailand, Mayor Polisi Woranan Srilam, mengatakan Wang telah didakwa sejak November 2025 atas tuduhan pencurian dan pelanggaran Undang-Undang Kejahatan Komputer yang mengatur gangguan terhadap sistem elektronik.

"Tersangka diduga telah melarikan diri ke luar negeri," ujarnya kepada Reuters melalui pesan teks, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang Thailand sedang bekerja sama dengan mitra internasional untuk melacak keberadaannya.

Wang belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China menyatakan belum mengetahui kasus tersebut.

Dalam pernyataan resminya pekan lalu, DSI mengungkap telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap delapan tersangka yang terdiri atas empat warga negara China dan empat warga negara Myanmar.

DSI menyebut Wang, yang pernah memimpin asosiasi perdagangan Thailand-China, sebagai salah satu tokoh utama dalam kelompok investor asal China yang diduga menggunakan aktivitas penambangan kripto ilegal untuk mencuci uang hasil penipuan investasi dan perjudian daring.

Penyelidikan itu berawal dari pengungkapan operasi penambangan kripto ilegal yang diduga mencuri listrik senilai sekitar US$28 juta, menjadikannya salah satu kasus terbesar yang pernah ditangani Thailand dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut DSI, kelompok kejahatan terorganisasi lintas negara memanfaatkan penambangan kripto ilegal sebagai sarana menghasilkan pendapatan, mencuci uang, sekaligus mendukung jaringan kejahatan berbasis teknologi.

Otoritas Thailand juga mengungkap aparat penegak hukum Amerika Serikat telah memasukkan Wang sebagai tersangka dalam kasus penipuan aset digital. Pada Juni 2023, pemerintah AS menyita sekitar US$500.000 aset kripto dari rekening atas nama Wang setelah dana hasil penipuan terhadap seorang warga Massachusetts terlacak masuk ke rekening tersebut.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat menolak memberikan komentar terkait surat perintah penangkapan yang diterbitkan Thailand.

Investigasi Reuters sebelumnya menemukan dompet kripto atas nama Wang menerima sedikitnya US$9,1 juta sepanjang 2021-2022 dari akun yang oleh TRM Labs dan sejumlah perusahaan analisis blockchain lainnya dikaitkan dengan praktik penipuan investasi kripto atau pig butchering.

Namun, Reuters tidak dapat memastikan apakah Wang merupakan pengendali dompet digital tersebut atau identitasnya digunakan pihak lain untuk membuka akun.

Sebagian jaringan penipuan tersebut diketahui beroperasi dari kawasan industri KK Park di perbatasan Myanmar-Thailand. Salah satu korban yang diungkap Reuters merupakan pria berusia 71 tahun asal California yang kehilangan seluruh tabungan pensiunnya sebesar US$2,7 juta setelah diperdaya seseorang yang menyamar sebagai perempuan muda melalui media sosial.

Saat dompet kripto atas nama Wang menerima aliran dana tersebut, ia menjabat sebagai wakil ketua Thai Asia Economic Exchange Trade Association, organisasi yang mempromosikan hubungan bisnis Thailand dan China.

Reuters mengungkap sejumlah pimpinan organisasi itu memiliki hubungan dekat dengan pejabat kedua negara, termasuk perwira tinggi kepolisian Thailand.

Perusahaan penambangan bitcoin Bitmain pada 2023 menyatakan Wang merupakan mitra sekaligus pelanggan dekat mereka. Bitmain menegaskan seluruh peralatan yang dijual kepada Wang dipasok secara legal.

Namun, hingga kini Bitmain maupun asosiasi perdagangan tersebut belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters mengenai surat perintah penangkapan terbaru.

Setelah laporan Reuters terbit pada 2023, asosiasi perdagangan tersebut menyatakan Wang telah mengundurkan diri dari jajaran pengurus.

Organisasi itu juga mengklaim pemeriksaan latar belakang tidak menemukan catatan kriminal atas nama Wang serta menegaskan urusan pribadi Wang tidak berkaitan dengan organisasi.

Asosiasi tersebut juga menyebut sejumlah pejabat Thailand hanya berstatus "advisers and friends" dan tidak memiliki “kepentingan bisnis atau keuangan” dengan organisasi maupun para anggotanya.

Hingga berita ini ditulis, Kepolisian Kerajaan Thailand belum memberikan tanggapan terkait dugaan hubungan antara Wang dan sejumlah pejabat senior negara tersebut.(DH)