INET gandeng FiberHome perluas jaringan kabel laut hingga Pontianak
Jumat, 26 Juni 2026
JAKARTA - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menjalin kerja sama strategis dengan PT FiberHome Technologies Indonesia, anak usaha FiberHome Telecommunication Technologies Co. Ltd asal China, untuk mengembangkan infrastruktur kabel laut dan memperkuat konektivitas antarpulau di Indonesia.
Seperti dikutip ANTARA, kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup pembangunan sistem kabel laut internasional, pengembangan jaringan domestik, serta peningkatan kapasitas konektivitas digital nasional.
Direktur Utama INET Muhammad Arif mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis perseroan dalam memperkuat portofolio infrastruktur digital nasional sekaligus memperluas konektivitas regional.
Menurutnya, Pontianak memiliki posisi geografis dan geopolitik yang strategis sebagai gerbang alternatif konektivitas global Indonesia.
Melalui pengembangan cabang kabel laut di wilayah tersebut, INET tidak hanya meningkatkan kapasitas jaringan internasional, tetapi juga mendukung pemerataan akses digital di berbagai daerah.
Ruang lingkup kerja sama meliputi partisipasi dalam pembangunan ASEAN Fiber Connect System (AFC System), pengembangan cabang kabel laut menuju Pontianak, pembangunan konektivitas antarpulau, serta pemanfaatan kapal khusus FH-21 untuk instalasi dan pemeliharaan jaringan.
AFC System merupakan jaringan transmisi serat optik bawah laut berkapasitas tinggi yang menghubungkan sejumlah pusat ekonomi di Asia, termasuk Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.
Dalam proyek ini, INET berperan sebagai mitra pendaratan kabel (landing station partner) di Indonesia sekaligus memperoleh hak akses kapasitas langsung pada jaringan utama AFC System.
Dalam pembagian tugas, FiberHome akan menangani penyediaan teknologi, rekayasa sistem, dan pelaksanaan teknis di laut.
Sementara itu, INET bertanggung jawab atas pembangunan fasilitas pendaratan kabel, infrastruktur darat, serta pemenuhan seluruh aspek regulasi dan perizinan di Indonesia.
"Proyek ini mencakup seluruh siklus pembangunan infrastruktur telekomunikasi, mulai dari perancangan sistem, pengadaan perangkat, implementasi, hingga pengoperasian jaringan," kata Arif.
Untuk mendukung keberlanjutan operasional, kedua perusahaan juga akan memanfaatkan kapal khusus FH-21 yang dirancang untuk pemasangan kabel bawah laut, pemeliharaan preventif, hingga perbaikan darurat di laut dalam.
Arif menambahkan, pada tahap awal proyek, perseroan memprioritaskan kesiapan teknis, kepatuhan terhadap regulasi, tata kelola proyek yang baik, serta mitigasi risiko agar pembangunan berjalan sesuai rencana.
INET menegaskan rincian nilai komersial maupun dampak proyek terhadap kinerja keuangan akan disampaikan secara bertahap kepada publik dan otoritas bursa sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.
Pada perdagangan saham sesi satu hari ini, Jumat (26/6), harga saham INET turun 5,24% ke level Rp199 per lembar.
Tren penurunan juga terlihat sejak sebulan terakhir sebesar 7,01% dan sejak awal 2026 anjlok 57,92%. (DK)