Tahan arus dana ke luar negeri, China batasi transaksi investasi
Jumat, 26 Juni 2026
JAKARTA - Sejumlah perusahaan sekuritas di China menghentikan fasilitas investasi baru melalui kontrak total return swap (TRS) bagi investor domestik.
Seperti dikutip Reuters, empat sumber yang mengetahui kebijakan tersebut mengatakan sejumlah klien institusi telah menerima pemberitahuan pada Selasa (24/6) malam bahwa mereka tidak lagi dapat menambah eksposur investasi luar negeri melalui kontrak TRS.
Dalam kebijakan terbaru itu, investor hanya diperbolehkan mempertahankan atau mengurangi posisi yang telah dimiliki, tanpa membuka eksposur baru ke pasar luar negeri.
Pembatasan tersebut memperketat pengawasan yang sebelumnya telah diterapkan pemerintah China terhadap investasi lintas batas.
Pada Februari 2024, regulator telah membatasi nilai total investasi melalui instrumen swap bagi investor domestik sebagai bagian dari upaya menahan arus modal keluar dan memperketat pengawasan investasi asing.
Sejumlah sumber menyebut sedikitnya empat perusahaan sekuritas, termasuk China International Capital Corp (CICC), mulai menerapkan pembatasan tersebut pekan ini.
CICC merupakan salah satu perusahaan sekuritas terbesar di China yang memiliki izin menawarkan kontrak TRS kepada investor domestik.
Hingga berita ini ditulis, CICC belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Kontrak total return swap merupakan instrumen derivatif yang memungkinkan investor memperoleh keuntungan dari pergerakan harga aset luar negeri tanpa harus memiliki saham atau sekuritas asing secara langsung.
Produk tersebut banyak dimanfaatkan oleh dana investasi swasta di China sepanjang tahun ini untuk memperoleh eksposur ke pasar global, terutama saham sektor teknologi dan semikonduktor yang mencatat reli kuat dalam beberapa bulan terakhir.(DH)