Sepanjang Juni Ringgit anjlok 4,5%, level terendah dalam 7 bulan

Jumat, 26 Juni 2026

image

JAKARTA — Bank sentral Malaysia menyatakan akan meningkatkan berbagai langkah untuk mendukung penguatan nilai tukar ringgit, termasuk menarik lebih banyak dana asing serta mendorong perusahaan milik negara dan korporasi untuk merepatriasi pendapatan yang diperoleh dari luar negeri.

Dalam pernyataan usai rapat Financial Markets Committee (FMC) pada Rabu, Bank Negara Malaysia menyebut fundamental ekonomi Malaysia tetap kuat meskipun ringgit telah melemah lebih dari 4% sepanjang Juni. 

Seperti dikutip Reuters, bank sentral juga menilai pasar valuta asing domestik masih berfungsi dengan baik.

Menurut FMC, pelemahan ringgit belakangan ini dipicu oleh sikap hati-hati investor asing dalam menempatkan dana serta meningkatnya ekspektasi bahwa suku bunga di Amerika Serikat akan bertahan lebih tinggi. 

Kondisi tersebut terjadi beberapa hari setelah ringgit menyentuh level terendah dalam tujuh bulan.

Komite juga mencermati bahwa pasar keuangan global masih dibayangi prospek suku bunga acuan AS yang lebih tinggi seiring risiko inflasi yang tetap tinggi.

Meski terjadi arus keluar dana asing, Bank Negara Malaysia menilai pergerakan tersebut terutama merupakan penyesuaian portofolio setelah kinerja ringgit yang cukup kuat pada awal tahun.

Sepanjang Juni, ringgit tercatat melemah sekitar 4,5%. 

Namun, secara tahun berjalan (year-to-date), mata uang tersebut masih hanya turun sekitar 2%, sehingga tetap menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan Asia berkembang.

FMC juga menilai investor asing nonresiden saat ini cenderung mengambil posisi netral dalam penempatan portofolionya.

Ke depan, kinerja ringgit diperkirakan masih dipengaruhi oleh perkembangan global dan faktor domestik. 

Meski demikian, Bank Negara Malaysia meyakini profil ekonomi Malaysia yang solid akan terus menjadi penopang utama bagi stabilitas nilai tukar ringgit. (DK)