KB Bank tarik mantan Maybank dan BofA jadi dua direktur baru

Jumat, 26 Juni 2026

image

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) atau KB Bank pada Kamis (25/6) menyetujui pengunduran diri Robby Mondong dan Dodi Widjajanto dari posisi direktur dan mengangkat dua sosok pengganti.

Dua sosok pengganti ini adalah Harryanto Pramono dan Muhammad Rahmat Laksamana, yang akan menjabat sebagai Direktur KB Bank.

“Keduanya bergabung dengan Perseroan pada Juli 2026 dan akan mulai menjalankan tugas serta kewenangannya setelah memperoleh persetujuan melalui Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” jelas manajemen dalam siaran yang diterima IDNFinancials.

Menurut keterangan resmi KB Bank, Harryanto Pramono memiliki pengalaman lebih dari 28 tahun di industri perbankan, khususnya di bidang bisnis ritel dan distribusi.

Sebelumnya, Harryanto menjabat sebagai Consumer Distribution Head di PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) sejak April 2020.

Ia juga merupakan Head of National Non-Branch Sales PT Bank Permata Tbk (BNLI) pada 2014-2020, serta Senior Vice President Region Head of Central Jakarta and Bandung PT Bank HSBC Indonesia pada 2010-2014.

Sementara itu, Muhammad Rahmat Laksamana terakhir berkarir sebagai Country Compliance Director untuk Bank of America N.A. Indonesia sejak Desember 2021.

Sebelumnya, ia juga pernah mengemban tugas sebagai Head of Compliance Regulatory Affairs Advisory BNLI pada 2018-2021, serta Head of Central & Regulatory Compliance PT Bank Rabobank International Indonesia pada 2017-2018.

Penguatan tata kelola Perseroan ini menjadi salah satu upaya KB Bank dalam menjalankan transformasi bisnis yang sudah dilakukan sejak 2025 lalu.

Selain itu, Kunardy Darma Lie, Direktur Utama KB Bank, juga menegaskan bahwa transformasi bisnis ini juga didukung perbaikan kinerja dan penguatan fundamental Perseroan, misalnya pembalikan rugi menjadi laba bersih konsolidasian sebesar Rp65,9 miliar pada akhir 2025.

Namun, kinerja Perseroan secara tahunan tampak melemah lagi di awal 2026.

Kredit bank-only merosot tipis menjadi Rp43,19 triliun per akhir kuartal I 2026. Meski pendapatan bunga bersih melonjak nyaris dua kali lipat ke Rp362,71 miliar, namun laba bersih justru menyusut hampir 100% menjadi Rp2,44 miliar akibat beban operasional non-bunga.

Dari segi pendanaan, Dana PIhak Ketiga (DPK) bank-only KB Bank juga merosot 12% menjadi Rp41,52 triliun, meski dana murah (current account savings account/CASA) tumbuh 5,74% secara tahunan menjadi Rp13,09 triliun.

Namun, manajemen menegaskan fokus KB Bank saat ini bukan semata pada pencapaian laba jangka pendek, melainkan pada pembentukan fondasi bisnis yang berkelanjutan “melalui penguatan kualitas aset, disiplin manajemen risiko, dan struktur pendanaan yang lebih sehat.”

Hingga akhir Mei 2026, Kookmin Bank Co., Ltd. asal Korea Selatan masih tercatat mengendalikan 67% saham BBKP, sementara STIC Eugene Star Holding Inc juga menggenggam 17%. (ZH)