China temukan blue hole terumbu karang berusia lebih dari 3.200 tahun
Sabtu, 27 Juni 2026
BEIJING - China menemukan lubang biru (blue hole) laut bertipe struktur pertumbuhan terumbu karang yang sangat langka di Huangyan Dao.
Dilansir dari GlobalTimes, temuan ini menjadi lubang biru terumbu karang pertama yang berhasil dieksplorasi dan diverifikasi di negara tersebut, menurut laporan yang dirilis Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup China pada Kamis.
Berdasarkan analisis geokronologi awal, termasuk penanggalan radiokarbon, lubang biru tersebut diperkirakan telah terbentuk setidaknya 3.200 tahun lalu.
Kawasan di sekitarnya juga diketahui memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.
Laporan bertajuk 2025 Survey Report on Huangyan Dao Blue Hole diterbitkan dalam bahasa Mandarin dan Inggris.
Dokumen tersebut terdiri atas empat bagian yang membahas ekosistem lubang biru, gambaran umum dan proses pembentukannya, keanekaragaman hayati di dalam dan sekitarnya, serta prospek penelitian, eksplorasi, dan upaya konservasi.
Dalam pengantar laporan dijelaskan bahwa pada Agustus 2025, tim peneliti dari South China Institute of Environmental Sciences di bawah Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup, Guangxi Laboratory on the Study of Coral Reefs in the South China Sea di Guangxi University, serta sejumlah lembaga lainnya menemukan habitat yang diduga sebagai "blue hole" di bagian tengah laguna Huangyan Dao.
Setelah penemuan tersebut, dilakukan serangkaian penelitian lapangan, meliputi penyelaman scuba, eksplorasi menggunakan kendaraan bawah laut kendali jarak jauh (ROV), pemetaan fotogrametri dengan pesawat nirawak, pemantauan parameter dasar air laut, serta pengambilan sampel DNA lingkungan dari air dan sedimen.
Hasil evaluasi menyeluruh memastikan bahwa Huangyan Dao Blue Hole merupakan lubang biru laut bertipe struktur pertumbuhan terumbu karang, kategori yang sangat jarang ditemukan di dunia.
Temuan ini sekaligus menjadi lubang biru terumbu karang pertama yang berhasil dikonfirmasi di China.
Lubang biru tersebut terbentuk di kawasan terumbu karang padat di laguna tengah Huangyan Dao.
Luas area pintu masuknya mencapai 1.491,7 meter persegi, dengan diameter maksimum 56,3 meter dan kedalaman sekitar 16,6 meter. Struktur bagian dalamnya berbentuk corong.
Survei lapangan juga mencatat keberadaan beragam komunitas biota khas terumbu karang di dalam maupun sekitar lubang biru.
Di antaranya adalah penyu hijau yang berstatus satwa liar dilindungi tingkat pertama di China. Peneliti mendokumentasikan sedikitnya 165 spesies karang keras dan 184 spesies ikan.
Menurut laporan tersebut, Huangyan Dao Blue Hole merupakan contoh penting keragaman ekosistem alami di kawasan Huangyan Dao.
Lokasi ini juga menjadi arsip geologi yang berharga untuk merekonstruksi perubahan lingkungan purba di Laut China Selatan, termasuk fluktuasi muka laut serta dampak perubahan iklim global dan regional.
Selain itu, keberadaan lubang biru ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai evolusi geologi kawasan Huangyan Dao, perkembangan keanekaragaman hayati, dan perubahan lingkungan sejak zaman Holosen.
Temuan tersebut juga dinilai memiliki nilai ekologis, sumber daya, dan penelitian ilmiah yang sangat penting bagi studi perubahan global. (DK)