Ekonomi AS ke 2,1%, belanja konsumen alami stagnasi

Jumat, 26 Juni 2026

image

NEW YORK - Ekonomi Amerika Serikat tumbuh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya pada kuartal I 2026, meski belanja konsumen nyaris mengalami stagnasi.

Seperti dikutip Reuters, Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat dengan laju tahunan sebesar 2,1% pada kuartal lalu, berdasarkan estimasi ketiga yang dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi (BEA) di bawah Departemen Perdagangan AS pada Kamis.

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi dilaporkan sebesar 1,6%.

Para ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan angka tersebut tidak akan direvisi dan tetap berada di level 1,6%.

Sebagai perbandingan, ekonomi AS hanya tumbuh 0,5% pada kuartal Oktober–Desember. Revisi naik sebesar 0,5 poin persentase pada kuartal I terutama disebabkan oleh penurunan estimasi impor, khususnya barang konsumsi dan barang modal. 

Kontribusi positif dari impor yang lebih rendah itu sebagian diimbangi oleh revisi turun yang signifikan pada belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS.

Pertumbuhan belanja konsumen dipangkas menjadi hanya 0,5%, dari estimasi sebelumnya sebesar 1,4%. 

Revisi tersebut mencerminkan penurunan pengeluaran untuk sektor jasa, termasuk jasa keuangan, asuransi, dan perjalanan internasional. 

Sebagian penurunan pada pengeluaran jasa keuangan berkaitan dengan aksi jual di pasar saham yang terjadi pada kuartal pertama.

Belanja konsumen diperkirakan mulai membaik pada awal kuartal II, didukung oleh besarnya pengembalian pajak (tax refund) yang diterima masyarakat. 

Faktor ini membantu meredam dampak kenaikan harga bensin akibat perang yang dipimpin Amerika Serikat melawan Iran.

Data Internal Revenue Service (IRS) menunjukkan rata-rata pengembalian pajak hingga pekan yang berakhir 8 Mei mencapai US$3.276, naik dibandingkan US$2.939 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, aktivitas ekonomi AS masih banyak ditopang oleh belanja yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). 

Investasi bisnis pada peralatan meningkat 15,8%, meski direvisi turun dari estimasi sebelumnya sebesar 17,2%. 

Sementara itu, pengeluaran untuk produk kekayaan intelektual naik 13,8%, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya sebesar 11,6%.

Penjualan akhir kepada pembeli domestik swasta, yang tidak memasukkan komponen pemerintah, perdagangan, dan persediaan, tumbuh 1,7%, lebih rendah dari estimasi sebelumnya sebesar 2,4%.

Di sisi lain, laba dari produksi saat ini meningkat dengan laju tahunan sebesar US$74,4 miliar pada kuartal pertama, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya sebesar US$40,4 miliar. 

Namun, angka tersebut masih jauh di bawah lonjakan US$246,9 miliar yang tercatat pada kuartal IV tahun lalu.

Jika diukur dari sisi pendapatan, ekonomi AS tumbuh 1,2% pada periode Januari–Maret, naik dari estimasi sebelumnya sebesar 0,9%. Pada kuartal IV, pertumbuhan berdasarkan ukuran ini mencapai 1,6%.

Rata-rata antara PDB dan Pendapatan Domestik Bruto (Gross Domestic Income/GDI), yang dikenal sebagai Gross Domestic Output (GDO) dan dianggap sebagai ukuran yang lebih akurat terhadap aktivitas ekonomi, tumbuh 1,7%. 

Angka ini direvisi naik dari estimasi sebelumnya sebesar 1,3%. Sebagai perbandingan, GDO tumbuh 1,1% pada kuartal Oktober–Desember. (DK)