Rupiah menguat, MUFG soroti tiga penentu arah pekan ini
Senin, 29 Juni 2026
JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (29/6). Seiring penguatan ini, riset MUFG menilai tiga sentimen akan menjadi penentu arah rupiah dalam sepekan.
Dalam laporan mingguan yang disampaikan pada Senin (29/6), MUFG menyatakan fokus pasar kini bergeser dari keputusan bank sentral menuju rilis data ekonomi. Salah satunya termasuk data ketenagakerjaan, yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga Federal Reserve (The Fed).
“Pasar mungkin akan lebih bergantung pada kejutan data ekonomi dibandingkan pengumuman kebijakan sebagai pemicu pergerakan suku bunga, nilai tukar, dan pasar saham,” tulis laporan riset yang dipimpin oleh Asian Head of Global Markets Research MUFG, Lin Li.
Institusi keuangan asal Jepang itu menambahkan, mata uang Asia, termasuk rupiah, tetap berpotensi menghadapi tekanan apabila data inflasi dan tenaga kerja AS kembali menguat.
Sehingga ekspektasi suku bunga The Fed akan bertahan lebih tinggi untuk waktu lebih lama atau higher-for-longer, serta menopang penguatan dolar AS.
Sementara itu ekonom senior MUFG untuk valuta asing, Lloyd Chan, dalam laporan terpisah menilai kenaikan suku bunga acuan BI dan intervensi di pasar domestik hingga offshore telah membantu mengurangi volatilitas rupiah.
“Sehingga laju pelemahan rupiah berpotensi melambat,” kata Lloyd.
Ia menambahkan, rencana pemerintah memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 15% dari alokasi awal untuk 2026, juga memberi dukungan fiskal tambahan bagi rupiah, meski dampaknya cukup terbatas.
Selain itu, ia menilai faktor eksternal tetap jadi penentu utama arah sejumlah mata uang Asia. Imbal hasil riil obligasi pemerintah AS yang tetap tinggi menjaga permintaan terhadap dolar AS, sehingga ruang penguatan mata uang regional, termasuk rupiah, akan cenderung terbatas. (KR)