Ekspor ke Cina, MBMA balik rugi jadi laba US$29,95 juta di kuartal I
Senin, 29 Juni 2026
JAKARTA – Emiten nikel terintegrasi Grup Merdeka, PT Merdeka Mattery Materials Tbk (MBMA), berhasil membalikkan rugi US$3,46 juta pada kuartal I 2025 menjadi laba bersih US$29,95 juta di akhir Maret 2026.
Pencapaian ini ditopang efisiensi biaya, terutama beban pokok, di tengah lonjakan pendapatan hingga 24,31% secara tahunan menjadi US$455,13 juta, berkat sumbangan hasil ekspor.
Pada periode ini, MBMA mencatat pendapatan dari aktivitas ekspor ke Cina, yang berkontribusi 31,06% dari total pendapatan kuartal I 2026. Pada kuartal I 2025, MBMA belum mencatatkan kontribusi ekspor tersebut.
Berdasarkan aktivitas bisnis, pemasukan dari lini pertambangan terhadap total pendapatan juga melonjak hingga 3,35 kali lipat secara tahunan menjadi US$106,85 juta – atau 23,45% dari pendapatan kuartal I 2026.
Meski pendapatan melonjak, beban pokok justru mampu ditekan hingga 4,88%, membuat margin laba kotor meroket ke 27,42%.
Beberapa pos beban membengkak, misalnya beban keuangan, seiring dengan tingginya bunga obligasi dan sukuk yang harus dibayar Perseroan pada periode Januari-Maret 2026.
Di sisi lain, arus kas MBMA dari aktivitas operasi juga membaik menjadi US$152,90 juta, mendorong kas dan setara kas per akhir Maret 2026 menjadi US$349,80 juta.
Sementara itu, aset Perseroan tercatat mencapai US$3,97 miliar, dengan liabilitas US$1,53 miliar imbas kredit bank sebesar US$155 juta yang diambil MBMA pada kuartal I 2026.
Dari segi kinerja saham, meski IHSG hari ini bergerak lesu, emiten Grup Merdeka ini merangkak 0,4% ke level Rp498 per lembar pada pukul 11.20 WIB, Senin (29/6). Namun, sejak awal tahun, harga sahamnya sudah merosot 19,7%. (ZH)