Investor beralih ke saham defensif, IHSG uji level krusial
Senin, 29 Juni 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada pekan ini, seiring rotasi investor global dari saham teknologi ke sektor defensif.
Dari dalam negeri, pelaku pasar dinilai tengah mencermati rencana penerbitan Patriot Bonds dan Merah Putih Bonds, di samping rilis sejumlah data ekonomi penting.
Analis Phintraco Sekuritas menyebut pelemahan bursa Wall Street pada Jumat (26/6) dipicu rotasi investor ke saham defensif. Saham produsen chip terkoreksi setelah muncul laporan bahwa OpenAI mempertimbangkan menunda Initial Public Offering hingga 2027, sehingga berpotensi memperlambat investasi infrastruktur AI.
“Investor juga mencermati perkembangan penerbitan Patriot Bonds dan Merah Putih Bonds,” tulis Phintraco Sekuritas.
Menurut analis Phintraco, penerbitan surat utang ini jadi salah satu upaya pemerintah menarik investasi, namun memicu kekhawatiran karena adanya unsur imunitas yang diberikan bagi para pembelinya.
Selain itu, investor dinilai akan memantau perkembangan konflik Iran dan Amerika Serikat (AS), yang berpotensi memengaruhi lalu lintas perdagangan global. Dari domestik, perhatian investor juga tertuju pada jadwal S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan, dan inflasi.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji area 5.700-5.800 pada pekan ini.
Sementara itu, riset analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan Wall Street dan berlanjutnya aksi jual investor asing, masih menjadi sentimen negatif bagi pasar domestik.
Meski demikian, kenaikan harga emas, timah, tembaga, dan batu bara dinilai berpotensi menjadi katalis positif.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.745/ 5.595 dan resistance 6.050/6.200. (KR)