Bain & Company: Ada 3 ancaman gerus pasar mobil Amerika hingga 2040
Senin, 29 Juni 2026
JAKARTA - Pasar otomotif Amerika Serikat diperkirakan memasuki fase pertumbuhan negatif dalam 15 tahun ke depan.
Konsultan Bain & Company memproyeksikan penjualan mobil baru di Negeri Paman Sam dapat menyusut lebih dari 2 juta unit pada 2040 akibat kombinasi penurunan angka kelahiran, mahalnya harga kendaraan, perubahan perilaku konsumen, hingga berkembangnya alternatif transportasi.
Seperti dikutip CNBC, prediksi tersebut menjadi sinyal berakhirnya era pertumbuhan industri otomotif AS yang selama puluhan tahun ditopang oleh pertumbuhan populasi. Setelah mencatat rekor penjualan 17,6 juta unit kendaraan pada 2016, volume pasar diperkirakan sulit kembali ke level tersebut.
Partner Bain & Company, Mark Gottfredson, mengatakan industri otomotif kini menghadapi tantangan yang datang secara bersamaan sehingga berpotensi mengubah lanskap persaingan secara permanen.
“Ini benar-benar situasi yang sangat pelik, bukan? Semuanya bermula dari penurunan jumlah penduduk. Industri Anda bukan lagi industri yang sedang tumbuh, melainkan industri yang sedang menyusut. Dan penyusutan ini terjadi di saat teknologi sedang mendisrupsi segalanya.”
Bain mencatat tingkat fertilitas Amerika Serikat pada 2025 hanya sekitar 1,6 kelahiran per perempuan atau berada di bawah tingkat penggantian populasi sebesar 2,1.
Selama ini perlambatan tersebut masih tertutupi oleh tingginya arus imigrasi. Namun, perusahaan memperkirakan kebijakan imigrasi yang lebih ketat dalam 15 tahun mendatang akan memangkas laju migrasi bersih hingga separuh dibanding rata-rata dua dekade terakhir.
Di sisi lain, pola konsumsi masyarakat juga berubah. Semakin banyak generasi muda menunda memiliki surat izin mengemudi maupun membeli kendaraan pribadi karena tingginya harga mobil dan tersedianya layanan transportasi berbasis aplikasi.
Data S&P Global Mobility menunjukkan porsi registrasi kendaraan baru oleh konsumen berusia 18-34 tahun turun dari 12% pada kuartal I-2021 menjadi di bawah 10% pada pertengahan 2025. Sebaliknya, kelompok usia 55 tahun ke atas kini menyumbang hampir separuh registrasi kendaraan baru di Amerika Serikat.
Founder sekaligus President Telemetry, Craig Daitch, menilai lonjakan harga kendaraan menjadi faktor utama yang mengubah perilaku konsumen.
“Faktor pendorong utamanya adalah keterjangkauan harga.”
Menurutnya, cicilan bulanan kendaraan baru melonjak sekitar 30% dalam empat tahun terakhir dan hampir satu dari lima mobil baru kini memiliki cicilan di atas US$1.000 per bulan.
Sementara itu, AutoForecast Solutions memperkirakan penjualan mobil baru di Amerika Serikat hanya bergerak mendatar di kisaran 16 juta unit hingga 2033. Wakil Presiden Global Vehicle Forecasting AutoForecast Solutions, Sam Fiorani, mengatakan generasi muda semakin banyak beralih ke layanan transportasi daring dibanding membeli kendaraan sendiri.
“Jika melihat ke masa depan, kalangan muda cenderung lebih memilih menggunakan Uber atau Lyft saat bepergian. Kami memang masih melihat adanya kelompok anak muda yang gemar mengemudi dan menginginkan mobil baru, namun jumlah mereka yang mampu membelinya semakin sedikit.”
Bain juga memperkirakan adopsi robotaxi dalam 15 tahun ke depan dapat semakin mengurangi jumlah pemilik kendaraan pribadi. Apabila layanan tersebut semakin luas dan terjangkau, jumlah kendaraan per pengemudi diproyeksikan turun dari 1,2 menjadi 1,1 unit. Kondisi itu setara dengan 10%-20% rumah tangga di Amerika Serikat yang melepas satu kendaraan dari kepemilikannya.
Meski demikian, Gottfredson mengakui proyeksi penurunan pasar tidak sedalam perkiraan sebelumnya karena perkembangan kendaraan otonom berlangsung lebih lambat dari ekspektasi. Namun, faktor demografi dinilai tidak dapat dihindari.
“Kita sudah mengetahui berapa banyak orang yang telah lahir dan berapa banyak yang akan mencapai usia mengemudi, yaitu 16 tahun dalam kurun waktu 16 tahun mendatang."
Oleh karena itu, lanjutnya, dapat memprediksi dengan tingkat keyakinan yang cukup tinggi bahwa saat memasuki tahun 2040 akan terjadi penurunan jumlah penduduk di Amerika Serikat. Penurunan tersebut bahkan lebih parah di wilayah seperti Eropa dan sebagian besar negara di Asia.
Selain itu, Bain memperkirakan laju penghapusan kendaraan (deregistration rate) akan terus menurun karena usia pakai mobil semakin panjang. Pada 2025, rata-rata kendaraan di Amerika Serikat telah bertahan hingga 12,8 tahun di jalan, rekor tertinggi sepanjang sejarah menurut S&P Global Mobility.
Fiorani menilai produsen otomotif tidak memiliki banyak pilihan selain memperpanjang usia kendaraan mengingat harga mobil yang terus meningkat.
“Kendaraan masa kini tidak bisa dibatasi masa pakainya hanya lima hingga sepuluh tahun. Tidaklah masuk akal bagi seseorang yang mengeluarkan dana 50.000 atau 100.000 dolar jika kendaraan tersebut akan menjadi barang rongsokan dalam waktu kurang dari satu dekade.”
Dengan jumlah merek kendaraan yang kini mencapai sekitar 450 model di pasar Amerika Serikat, Gottfredson memperkirakan persaingan industri akan semakin sengit dan berujung pada konsolidasi.
“Persaingan di Amerika Serikat akan berlangsung sangat sengit. Terlalu banyak produsen mobil dan merek yang memperebutkan konsumen. Pasar mau tidak mau akan mengalami konsolidasi.” (DH)