Rugi US$70 miliar, Zuckerberg akui metaverse tak sesuai harapan

Kamis, 11 Desember 2025

image

JAKARTA - CEO Meta Mark Zuckerberg tampaknya mulai mengakui bahwa salah satu taruhan terbesar perusahaan, Metaverse, tidak bekerja sesuai harapan.Padahal, teknologi ini menjadi alasan Meta mengganti nama perusahaan dari Facebook pada 2021.Menurut laporan Bloomberg, Meta berencana memangkas anggaran Reality Labs hingga 30% sebagai bagian dari perencanaan anggaran 2026.Diskusi mengenai pemotongan ini berlangsung dalam serangkaian pertemuan di kompleks milik Zuckerberg di Hawaii bulan lalu, mengutip timesofindia.indiarimes.com, Kamis (11/12).Reality Labs mengembangkan headset VR, platform sosial berbasis realitas virtual, kacamata pintar Ray-Ban dengan EssilorLuxottica, dan kacamata augmented reality mendatang.Namun, Meta kesulitan menjual visi metaverse, dunia virtual imersif yang saling terhubung, dan memperluas pasar perangkatnya di luar komunitas gim.Analis menilai pemangkasan ini mencerminkan minimnya minat industri dan konsumen terhadap Horizon Worlds maupun perangkat VR Meta.Selama empat tahun terakhir, proyek Metaverse telah menelan kerugian lebih dari USD 70 miliar.Tak heran saham Meta naik 4% setelah rencana pemangkasan anggaran tersebut meredakan kekhawatiran investor.“Langkah yang tepat, meski terlambat,” ujar analis Craig Huber dari Huber Research Partners. Ia menilai langkah ini menunjukkan penyesuaian biaya dengan prospek pendapatan yang tak secerah yang dibayangkan manajemen beberapa tahun lalu.Banyak pihak menilai masalah utama Metaverse adalah proposisi nilai yang belum jelas, belum menawarkan alasan kuat bagi pengguna untuk meninggalkan ponsel atau laptop mereka.Reality Labs terdiri dari unit Metaverse dan perangkat wearable. Di unit Metaverse, eksekutif disebut mempertimbangkan pemangkasan pekerjaan terkait VR.Dengan pemotongan sumber daya sebesar itu, langkah tersebut kemungkinan mencakup PHK mulai Januari 2026.Laporan ini muncul saat Meta berusaha mempertahankan relevansi di tengah persaingan kecerdasan buatan di Silicon Valley setelah model Llama 4 mendapat sambutan buruk.Meta telah menganggarkan hingga US$72 miliar belanja modal tahun ini. Perusahaan juga merombak struktur AI ke dalam Superintelligence Labs, dengan Zuckerberg memimpin langsung perekrutan agresif, termasuk memberikan tawaran bernilai jutaan dolar.Perekrutan besar-besaran ini bahkan memicu “talent war” baru di Silicon Valley. Bulan lalu, Meta mengatakan akan berinvestasi US$600 miliar untuk infrastruktur dan lapangan kerja di AS dalam tiga tahun ke depan, termasuk pusat data AI.Meta kini menggandakan fokus pada AI, menargetkan tercapainya superintelligence. Perusahaan juga memperingatkan bahwa belanja modal tahun depan akan “jauh lebih besar” seiring pembangunan pusat data untuk mendorong ambisi AI tersebut. (DK)