Apple kejar izin beli chip China meski CXMT masuk daftar hitam
Senin, 29 Juni 2026
JAKARTA - Apple dilaporkan melobi pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memperoleh izin membeli chip memori dari ChangXin Memory Technologies (CXMT), produsen semikonduktor asal China yang masuk dalam daftar hitam Pentagon.
Mengutip laporan Financial Times, langkah tersebut dilakukan untuk meredakan tekanan biaya yang dihadapi Apple akibat lonjakan harga chip memori di tengah meningkatnya permintaan industri kecerdasan buatan (AI).
Apple disebut telah mengajukan permohonan kepada Departemen Perdagangan Amerika Serikat lebih dari sebulan lalu.
Selain itu, perusahaan juga melakukan pendekatan kepada sejumlah pejabat pemerintahan dan pihak-pihak berpengaruh di Washington guna memperoleh persetujuan.
Hingga kini, seperti dikutip Reuters, Gedung Putih, Apple, maupun CXMT belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.
Upaya lobi itu mencerminkan dilema yang dihadapi perusahaan teknologi Amerika Serikat. Di satu sisi, produsen perangkat elektronik membutuhkan pasokan chip memori untuk menopang bisnisnya, sementara di sisi lain pemerintah memperketat pembatasan terhadap perusahaan semikonduktor asal China atas pertimbangan keamanan nasional.
CXMT merupakan produsen chip memori terbesar di China. Pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden, Departemen Pertahanan AS memasukkan perusahaan tersebut ke dalam daftar perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan militer China.
Selain itu, komite antarlembaga pemerintah AS pada tahun lalu juga menyetujui penambahan CXMT ke dalam Entity List milik Departemen Perdagangan.
Aturan tersebut membatasi perusahaan Amerika Serikat mengekspor barang, perangkat lunak, maupun teknologi kepada perusahaan yang masuk daftar tersebut tanpa memperoleh lisensi khusus. Permohonan lisensi pada umumnya memiliki peluang kecil untuk disetujui.
Tekanan biaya komponen semakin terasa setelah Apple mengumumkan kenaikan harga iPad dan MacBook pada Kamis lalu.(DH)