Thailand siap luncurkan stablecoin baht,
Senin, 29 Juni 2026
JAKARTA - Bank of Thailand (BoT) mempercepat penyusunan regulasi stablecoin berbasis baht sebagai bagian dari transformasi sistem keuangan digital negara tersebut.
Seperti dikutip Nationthailand, Gubernur Bank of Thailand, Vitai Ratanakorn, mengatakan kajian mengenai desain stablecoin baht telah memasuki tahap akhir.
Bank sentral menargetkan menggelar konsultasi publik dalam beberapa bulan mendatang sebelum merampungkan regulasi pada akhir 2026 atau awal 2027.
Kehadiran stablecoin baht dirancang untuk mendukung efisiensi sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi (settlement), bukan sebagai instrumen investasi maupun aset spekulatif seperti sebagian besar mata uang kripto.
Melalui kerangka tersebut, bank sentral berharap proses transaksi digital dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan aman sehingga memperkuat infrastruktur keuangan Thailand di era digital.
Selain untuk pembayaran, otoritas juga tengah mengkaji pemanfaatan stablecoin dalam perdagangan kredit karbon. Skema tersebut diharapkan dapat mendukung transaksi hak emisi gas rumah kaca sekaligus mempercepat agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon dan pencapaian target net zero emission.
Sejalan dengan pengembangan regulasi, Bank of Thailand juga berencana membuka ruang secara bertahap bagi bank komersial dan lembaga keuangan untuk memperluas aktivitas di sektor stablecoin dan aset digital.
Partisipasi tersebut mencakup potensi keterlibatan dalam transaksi berbasis kredit karbon maupun pengembangan berbagai produk keuangan hijau.
Implementasinya akan dilakukan secara bertahap agar industri keuangan memiliki waktu beradaptasi tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Bank sentral menegaskan pendekatan yang ditempuh mencerminkan perubahan sikap terhadap perkembangan aset digital.
Meski demikian, Thailand tidak akan menerapkan kebijakan secara agresif, melainkan melalui tahapan yang terukur guna memastikan kesiapan infrastruktur, mitigasi risiko, dan kapasitas seluruh pelaku industri.
BoT menilai stablecoin baht tidak hanya menjadi inovasi di sektor pembayaran, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkuat infrastruktur ekonomi digital nasional.
Apabila regulasi berjalan sesuai rencana, Thailand berpotensi menjadi salah satu negara di Asia, yang memiliki kerangka stablecoin nasional untuk mendukung sistem pembayaran generasi baru, memperluas ekosistem aset digital, serta mempercepat transformasi menuju ekonomi rendah karbon.
Negara di Asean yang sudah membuat stablecoin adalah Singapura bernama XSGD, diterbitkan oleh StraitsX.
XSGD dipatok 1:1 ke dolar Singapura, sepenuhnya didukung oleh aset cadangan yang disimpan di DBS dan Standard Chartered. Cadangan disimpan 100% di rekening trust DBS dan diaudit eksternal setiap bulan. SingaporeLegalAdviceTiger-research
XSGD bahkan sudah diluncurkan di Coinbase pada awal Oktober 2025 selain itu sudah diterima sebagai metode pembayaran di merchant Grab dan toko Alipay+ di Singapura, dan lewat Project Orchid (program uang programmable MAS) sempat dipakai untuk voucher Amazon dan pembayaran Grab. (DH)