Anwar Ibrahim: Malaysia harus percepat pengembangan industri drone
Senin, 29 Juni 2026
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan Malaysia harus mempercepat adopsi dan pengembangan teknologi baru, khususnya di industri kendaraan udara nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) atau drone, guna memperkuat daya saing ekonomi negara.
Seperti dikutip TheStar, Menurutnya, industri drone yang berkaitan erat dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan transformasi digital telah menjadi katalis penting bagi inovasi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi.
"Jika Malaysia ingin menjadi negara yang lebih maju dari segi ekonomi, kita harus bergerak cepat dalam mengembangkan teknologi dan bidang-bidang baru. Drone berkaitan dengan teknologi digital dan AI, sehingga kita perlu membangun ekosistem yang sesuai dan mendukung," ujar Anwar saat menutup MyDrone Expo 2026 (MDX2026).
Pameran yang diselenggarakan bersama oleh World UAV Federation (Malaysia Chapter) dan Malaysia UAV Development Association itu berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan lebih dari 100 stan pameran serta dihadiri ribuan pengunjung dan pelaku industri dari 46 negara.
Anwar mengatakan pasar UAV global diproyeksikan melampaui US$55 miliar (sekitar RM225 miliar) pada 2030.
Sementara itu, ekonomi berbasis ruang udara rendah (low-altitude economy) diperkirakan menjadi salah satu pendorong utama investasi pada masa mendatang.
Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Anwar menginstruksikan kabinet, pembuat kebijakan, lembaga riset, dan instansi terkait agar memberikan dukungan penuh, baik dari sisi regulasi maupun pengembangan ekosistem industri.
"Kebijakannya jelas. Drone dan industri terkait mendapat dukungan penuh, tidak hanya untuk angkatan udara dan industri pertahanan, tetapi juga untuk kegiatan sipil seperti sektor perkebunan guna meningkatkan produktivitas," katanya.
Anwar menambahkan pemerintah juga berkomitmen menyempurnakan kerangka regulasi serta meningkatkan pendanaan riset, pengujian, dan sertifikasi guna mempercepat perkembangan industri drone.
Selain itu, ia mendorong kolaborasi yang lebih erat antara sektor swasta, lembaga riset pemerintah, dan perguruan tinggi untuk membangun talenta yang kuat, sebagaimana telah dilakukan melalui fakultas-fakultas yang berfokus pada AI dan komputasi kuantum. (DK)