BofA: Dolar AS masih menguat hingga kuartal III

Senin, 29 Juni 2026

image

JAKARTA - Bank of America (BofA) tetap optimistis terhadap prospek dolar AS pada kuartal III, didukung ketahanan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve (The Fed), serta berlanjutnya investasi yang didorong perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Seperti dikutip Investing.com, Bank tersebut mempertahankan rekomendasinya untuk mengambil posisi long terhadap dolar AS dan short terhadap euro.

BofA memperkirakan nilai tukar euro terhadap dolar AS (EUR/USD) turun ke level 1,12 pada kuartal III sebelum mengakhiri 2026 di 1,15, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 1,20.

Para analis BofA memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini. 

Langkah tersebut diyakini akan memperlebar selisih suku bunga yang menguntungkan dolar AS.

Menurut mereka, menyempitnya kesenjangan kinerja ekonomi AS dibandingkan negara-negara lain telah menopang penguatan dolar. 

Dolar berpotensi menguat lebih lanjut apabila ekonomi AS terus mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan negara lain.

BofA juga menilai sejumlah faktor sementara, seperti pengembalian pajak, efek kekayaan (wealth effect), dan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA, telah menopang pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Dalam jangka panjang, investasi yang berkaitan dengan AI diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, harga energi yang lebih rendah diperkirakan dapat mendukung perekonomian negara-negara besar lainnya, meski manfaat tersebut diperkirakan baru akan lebih terlihat pada tahun depan.

BofA juga merevisi pandangannya terhadap yen Jepang dengan mengakhiri sikap bearish yang telah lama dipertahankan. 

Kini bank tersebut lebih memilih strategi menjual pasangan mata uang CHF/JPY, didukung membaiknya neraca pembayaran, meningkatnya ekspor terkait AI, serta naiknya investasi asing yang masuk ke Jepang.

Dalam strategi perdagangan, analis BofA tetap merekomendasikan selective carry trade, terutama pada pasangan AUD/CHF dan USD/CHF. 

Mereka juga mengingatkan bahwa pola musiman cenderung kurang mendukung pada Agustus, ketika volatilitas pasar valuta asing biasanya meningkat. (DK)