Penjualan global Toyota ambles hingga 7,4% pada Mei 2026

Senin, 29 Juni 2026

image

JAKARTA - Toyota Motor mencatatkan penurunan penjualan global lagi, terpukul oleh gangguan di Timur Tengah dan persaingan ketat di China yang mendorong produsen mobil terlaris di dunia ini mengalami penurunan selama empat bulan berturut-turut.

Penjualan global pada bulan Mei, termasuk anak perusahaan Daihatsu Motor, turun 7,4% dari tahun sebelumnya menjadi 885.207 unit, kata produsen mobil Jepang itu pada Senin (29/6). Produksi turun 5,8% menjadi 857.765 unit.

Seperti dikutip Bloomberg, meskipun AS dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik, Selat Hormuz baru dibuka kembali secara bertahap dengan serangan terhadap kapal yang masih terus terjadi.

Kondisi ini menggarisbawahi bahwa Toyota dan produsen mobil global lainnya tetap bergantung pada koridor logistik dan rantai pasokan yang bergantung pada energi di kawasan tersebut.

Bagi Toyota, yang telah mendominasi volume penjualan global, gangguan tersebut, bersamaan dengan persaingan kendaraan listrik lokal yang agresif di Tiongkok, mengancam akan menggerus keuntungan rekor yang dibukukannya selama tahun fiskal lalu.

Pada pengumuman pendapatan Toyota pada Mei, Kepala Akuntansi Takanori Azuma mengatakan produsen tersebut mengekspor sekitar 500.000 hingga 600.000 kendaraan setiap tahun ke Timur Tengah dan memperkirakan sedikit kurang dari setengah volume tersebut akan terdampak.

Penjualan Toyota di Timur Tengah tetap lesu, dengan penjualan turun 38,6% pada Mei. Sementara itu, penjualan di Tiongkok turun 31,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Toyota memperkirakan laba akan menurun pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2027 karena bersiap menghadapi kenaikan biaya bahan baku akibat gangguan tersebut.

Prospek laba operasional sebesar 3 triliun yen (US$18,8 miliar) berada di bawah perkiraan analis dan lebih rendah dibandingkan capaian 3,8 triliun yen pada periode 12 bulan sebelumnya. (DK)