Dua emiten Danantara kompak restrukturisasi utang

Senin, 29 Juni 2026

image

JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melanjutkan agenda restrukturisasi liabilitas sebagai bagian dari upaya memperbaiki struktur pendanaan dan memperkuat arus kas.

WIKA memperoleh restu pemegang efek untuk merestrukturisasi 27 seri obligasi dan sukuk yang diterbitkan sepanjang 2020-2022.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI (15/6), persetujuan tersebut diperoleh melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) yang berlangsung pada 20-28 April 2026.

Restrukturisasi mencakup 14 seri obligasi dan 13 seri sukuk dengan skema penyesuaian jadwal pembayaran bunga, perubahan ketentuan perwaliamanatan, serta perpanjangan jatuh tempo pada sejumlah seri hingga 2028.

Pemegang obligasi juga menyetujui perluasan hak call option, sehingga perseroan dapat melakukan pelunasan lebih awal atas seluruh atau sebagian obligasi seri A, B, dan C.

Selain itu, para pemegang obligasi dan sukuk memberikan relaksasi berupa pengesampingan sementara kewajiban WIKA memenuhi rasio keuangan sebagaimana diatur dalam perjanjian perwaliamanatan untuk periode laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025.

Sementara itu, WSKT memperpanjang restrukturisasi pinjaman di tingkat anak usaha. PT Waskita Fim Perkasa Realti (WFPR), anak usaha PT Waskita Karya Realty (WSKR), menandatangani Addendum IV Perjanjian Kredit dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Mengacu pada keterbukaan informasi BEI (19/6), addendum tersebut memperpanjang tenor fasilitas kredit modal kerja selama 3,5 tahun hingga 31 Desember 2032. Kedua pihak juga menyepakati penyesuaian suku bunga sampai Desember 2032 dengan pembayaran bunga setiap triwulan.

WFPR merupakan entitas yang 90% sahamnya dimiliki WSKR, sedangkan WSKR sendiri dimiliki Waskita Karya sebesar 99,99%. Restrukturisasi fasilitas kredit tersebut akan memperbaiki likuiditas, memperkuat arus kas operasional, serta mendukung keberlangsungan usaha WFPR dalam jangka panjang.(DH)