The Fed pangkas suku bunga, ini pesan terakhir Jerome Powell
Kamis, 11 Desember 2025

WASHINGTON – Federal Reserve kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase, menurunkan federal funds rate ke kisaran 3,5%–3,75%, level terendah dalam lebih dari tiga tahun. Ini menjadi pemangkasan ketiga berturut-turut sejak September, dengan total penurunan 0,75 poin persentase sepanjang tahun.
Dikutip dari CBS News (10/12), keputusan ini diambil meski beberapa data ekonomi utama tertunda akibat penutupan pemerintah AS. Namun The Fed mencatat tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja. Laporan ADP menunjukkan kehilangan 32.000 pekerjaan pada November, menandakan tekanan baru bagi perekrutan.
Dalam konferensi persnya, Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan bahwa bank sentral kini memasuki fase “menunggu dan melihat”. Powell menegaskan bahwa peluang pemangkasan suku bunga di 2026 kemungkinan hanya satu kali, bergantung pada data ekonomi yang masuk.
Proyeksi terbaru The Fed untuk 2026 memperkirakan:
Meski demikian, rapat FOMC menunjukkan perbedaan pendapat yang cukup tajam. Tiga anggota—termasuk Austan Goolsbee dan Jeffrey Schmid—menolak pemangkasan 0,25 poin dan lebih memilih mempertahankan suku bunga. Sementara Stephen Miran justru menginginkan pemangkasan lebih besar, yakni 0,5 poin. Langkah pemangkasan suku bunga ini diharapkan dapat menurunkan biaya kredit, mendorong perusahaan merekrut lebih banyak pekerja, dan meningkatkan belanja konsumen, sekaligus memberi dorongan bagi perekonomian AS secara keseluruhan.
Powell menutup dengan nada reflektif: “Saya ingin menyerahkan pekerjaan ini kepada siapa pun yang menggantikan saya ketika perekonomian benar-benar dalam kondisi baik.”
Seperti diketahui masa jabatan Jerome Powell akan berakhir pada Mei 2026. Presiden Donald Trump sendiri yang telah berulangkali melontarkan ancaman untuk mencopot Powell sudah menyiapkan calon penggantinya.
Meski pengumuman resmi belum dirilis, spekulasi pasar kini mengerucut pada sosok Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih saat ini. Data pasar prediksi Kalshi pada Rabu lalu menempatkan Hassett sebagai kandidat dominan dengan peluang 86 persen, jauh meninggalkan pesaing terdekatnya, mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh (6 persen), dan Gubernur petahana Michelle Bowman (4 persen). (DH)