JPMorgan tambah dolar Singapura ke jaringan blockchain Kinexys
Selasa, 30 Juni 2026
WASHINGTON - Unit blockchain milik JPMorgan Chase memperluas jaringan deposito digital (tokenized deposits) dengan menambahkan dukungan untuk dolar Singapura dalam layanan pembayaran globalnya.
Seperti dikutip TheBusinessTimes, langkah ini menjadi bagian dari strategi bank untuk memperluas penggunaan deposito yang ditokenisasi sebagai solusi pembayaran lintas batas.
Deposito yang ditokenisasi merupakan representasi digital dari simpanan bank konvensional di jaringan blockchain.
Berbeda dengan stablecoin yang umumnya diterbitkan oleh perusahaan swasta, deposito yang ditokenisasi diterbitkan oleh bank komersial yang berada di bawah pengawasan regulator.
Melalui unit pembayaran digital Kinexys, JPMorgan kini memungkinkan lembaga keuangan dan perusahaan multinasional melakukan transaksi valuta asing selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, di blockchain menggunakan dolar Singapura dan enam mata uang utama lainnya, termasuk dolar AS dan euro.
Co-Head Global JPMorgan Payments, Max Neukirchen, mengatakan inovasi tersebut menghilangkan keterbatasan jam operasional pasar tradisional bagi perusahaan yang beroperasi di Singapura.
"Perusahaan dapat memindahkan likuiditas lintas batas selama 24/7. Mereka juga dapat mempertahankan cadangan dana yang lebih kecil dan mengurangi kebutuhan modal kerja," ujar Neukirchen dalam wawancara dengan The Business Times pada Kamis (25/6).
Menurut JPMorgan, deposito yang ditokenisasi diyakini akan menjadi masa depan pembayaran digital bagi korporasi dan institusi keuangan, dibandingkan stablecoin.
Stablecoin yang didukung mata uang fiat dinilai lebih banyak dimanfaatkan sebagai instrumen lindung nilai terhadap volatilitas, bukan untuk kebutuhan pembayaran maupun pengelolaan likuiditas.
Selain itu, deposito yang ditokenisasi menawarkan fitur programmable payments yang memungkinkan perpindahan dana dilakukan secara otomatis ketika saldo telah mencapai ambang batas tertentu.
Neukirchen mengatakan fitur tersebut dapat membantu tim treasury yang memiliki sumber daya terbatas dengan menggantikan berbagai proses manual melalui otomatisasi berbasis kode.
Sejak mulai beroperasi, JPMorgan mencatat platform Kinexys telah memproses transaksi senilai lebih dari US$4 triliun, dengan rata-rata volume transaksi harian melampaui US$7 miliar.
Meski demikian, angka tersebut masih relatif kecil dibandingkan bisnis pembayaran fiat konvensional JPMorgan yang memproses sekitar US$12 triliun transaksi setiap hari.
Volume transaksi Kinexys saat ini setara dengan kurang dari 0,06% dari total pembayaran fiat harian bank tersebut. (DK)