Suspensi dibuka, saham emiten milik Lim Haryanto naik 9,43%

Kamis, 11 Desember 2025

image

JAKARTA – Harga saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) melesat 9,43% pada hari pertama perdagangan setelah  disuspensi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin (10/12).

Pada pantuan perdagangan sesi I pukul 11.55 WIB, Kamis (11/12), harga saham emiten milik Lim Haryanto Wijaya Sarwono ini menguat Rp10 dari Rp106 menjadi Rp116 per lembar. Sejak sepekan terakhir saham emiten ini terkerek 30,34% atau Rp27 per lembar. Sementara itu, sejak sebulan dan enam bulan ini harga saham melesat masing-masing 141,67% atau Rp68 per lembar. 

Kemarin (10/12), BEI melakukan suspensi saham TIRT imbas kenaikan harga saham yang signifikan sehari sebelumnya. Saham TIRT naik Rp9 menjadi Rp106 per lembar pada penutupan perdagangan sesi II, kemarin (9/12). Volume perdagangan 1,46 juta dalam 64 kali transaksi senilai Rp154, 88 juta.

Dalam keterbukaan informasi, Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI menyampaikan suspensi saham TIRT untuk memberikan kesempatan bagi investor untuk mengambil keputusan investasi.

Seperti diketahui, jumlah saham INTA sebanyak 1,01 miliar per November 2025 dengan pemilik saham Pengendali 73,54% dan Nonpengendali 26,46%. Penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham yakni, Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, pendiri Harita Group. (LK)