IHSG merosot 1,18% saat transaksi di bursa terendah setahun
Senin, 29 Juni 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 1,28% atau 75,34 poin ke 5.820,79 pada perdagangan Senin (29/6).
Total transaksi di pasar saham mencapai Rp9,10 triliun. Sementara transaksi yang berlangsung di pasar reguler mencapai Rp7,65 triliun, level terendah hampir setahun terakhir atau sejak Juli 2025.
Saham-saham bank terbesar tetap mencatat nilai transaksi terbesar, dipimpin PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai Rp1,15 triliun.
Namun harga saham bank milik Grup Djarum dan Salim ini, merosot 4,05% dan menyentuh Rp5.925 per lembar.
Hampir seluruh indeks sektoral melemah, dengan penurunan paling dalam pada sektor infrastruktur yang mencapai 1,58%. Sektor properti tetap unggul, meskipun hanya naik 0,71%.
Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG kali ini disebabkan sikap wait-and-see investor, menjelang rilis data inflasi Juni dan neraca dagang Mei, yang akan disampaikan pada awal Juli 2026.
“Dari sisi teknikal, IHSG kembali bergerak di bawah MA5 dan MA20 mencerminkan tren jangka pendek yang masih lemah. Sementara itu, MACD menunjukkan histogram positif yang terus menyempit dan Stochastic RSI bergerak turun dari area overbought,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
Dengan minimnya katalis positif untuk jangka pendek, analis Phintraco memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung sideways pada perdagangan berikutnya.
Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, indeks saham bergerak variatif. SET Thailand memimpin dengan kenaikan 2,30%, disusul Hang Seng yang menguat 1,57% dan PCOMP Filipina 1,01%.
Sementara NIFTY India melemah 0,46%, KOSPI turun 0,20%, dan FBMKLCI Malaysia turun 0,11%. (KR)