CFO Chevron: Harga bensin AS tak bisa turun seketika

Senin, 29 Juni 2026

image

HOUSTON – Chief Financial Officer (CFO) Chevron, Eimear Bonner, memperkirakan harga bensin di Amerika Serikat akan turun secara bertahap seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah. Namun, menurutnya, penurunan harga tidak bisa terjadi secara instan meski harga minyak mentah sudah mengalami penurunan..

Dikutip dari Yahoo Finance, pernyataan tersebut disampaikan Bonner sebagai tanggapan atas kritik dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menuding perusahaan minyak belum menurunkan harga bahan bakar sejalan dengan turunnya harga minyak mentah.

"Butuh waktu. Selalu ada jeda antara penurunan harga minyak mentah dan saat penurunan itu tercermin di harga bahan bakar di SPBU. Namun, kami memperkirakan harga akan turun seiring dengankondisi pasar yang terus membaik," kata Bonner kepada CNBC.

Bonner menegaskan Chevron terus berupaya meningkatkan produksi dan menjaga pasokan energi tetap andal. Tahun ini, perusahaan menargetkan pertumbuhan produksi sekitar 7% hingga 10%.

Sebelumnya, Trump memerintahkan Departemen Kehakiman AS (DOJ) menyelidiki perusahaan-perusahaan minyak atas dugaan membebankan harga bahan bakar terlalu tinggi kepada konsumen meski harga minyak mentah telah turun.

Trump menyebut perusahaan seperti Chevron, ExxonMobil, Shell, dan BP seharusnya dapat menurunkan harga bensin secepatnya.. Menurutnya, harga bensin idealnya berada di kisaran US$2,25 per galon, sementara harga saat ini masih jauh lebih tinggi.

Berdasarkan data AAA, harga rata-rata bensin reguler di Amerika Serikat saat ini mencapai US$3,918 per galon, turun dari US$4,515 sebulan sebelumnya, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata US$3,224 pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, harga minyak mentah terus melemah. Minyak Brent diperdagangkan di kisaran US$72,50 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$69,62 per barel.

Sejumlah ekonom menilai penurunan harga bensin memang cenderung lebih lambat dibandingkan dengan penurunan harga minyak mentah.

Peraih Hadiah Nobel Ekonomi, Paul Krugman, mengatakan bahwa harga bahan bakar biasanya naik dengan cepat ketika harga minyak melonjak akibat krisis, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk turun setelah harga minyak kembali mengalami penurunan.

Pandangan serupa disampaikan oleh Karen Young dari Columbia University. Menurutnya, harga bensin tidak hanya dipengaruhi oleh harga minyak mentah, tetapi juga faktor lainnya seperti pajak, biaya pengolahan di kilang, distribusi, serta rantai pasok.

Karena itu, penyesuaian harga di tingkat konsumen umumnya baru terlihat beberapa pekan setelah harga minyak berubah. (ARF)