IMF: China terlalu besar untuk hanya andalkan ekspor
Kamis, 11 Desember 2025
BEIJING - Dana Moneter Internasional (IMF) mendesak China mengambil langkah reformasi besar untuk mendorong konsumsi domestik dan mengurangi ketergantungan ekonomi pada ekspor.
Dikutip reuters.com (10/12), tekanan terhadap Beijing meningkat seiring kekhawatiran bahwa strategi pertumbuhan berbasis ekspor tidak lagi berkelanjutan bagi ekonomi bernilai US$19 triliun tersebut.
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menegaskan bahwa China terlalu besar untuk menghasilkan banyak pertumbuhan dari ekspor, dan memperingatkan bahwa ketergantungan berlebih terhadap ekspor dapat memicu ketegangan perdagangan global.
Ia menilai Beijing perlu menjalankan paket kebijakan makro yang komprehensif, termasuk stimulus fiskal tambahan, pelonggaran moneter lebih agresif, serta penanganan utang pemerintah daerah dan krisis properti.
IMF menilai reformasi belanja sosial dan perombakan sistem Hukou dapat mengerek konsumsi hingga 3% PDB, sementara penyelesaian krisis properti membutuhkan biaya sekitar 5% PDB.
Georgieva kembali mendorong agar “zombie firms” di sektor properti dikeluarkan dari pasar untuk memulihkan kepercayaan dan permintaan domestik.
Di tengah memanasnya tensi dagang global, IMF memperingatkan China agar tidak memicu pembatasan impor dari negara mitra. Meski menghadapi tarif baru dari AS di bawah Presiden Donald Trump, China tetap mencatat surplus perdagangan lebih dari US$100 miliar per bulan sebanyak enam kali pada 2025 dan menembus rekor US$1 triliun secara tahunan.
IMF juga menaikkan proyeksi pertumbuhan China untuk 2025 menjadi 5% berkat kuatnya ekspor, tetapi menilai ketergantungan pada dukungan negara dan kebijakan industri kini menghambat produktivitas hingga 1,2%. Georgieva mendorong pengurangan belanja negara dan memberi ruang lebih besar bagi sektor swasta dalam pengembangan teknologi baru.
Dalam konteks sosial, IMF meminta Beijing mengubah pola ekonomi yang membuat rumah tangga terus menabung berlebih. Georgieva menekankan pentingnya peran anak muda untuk mendorong pergeseran budaya konsumsi, dengan mengatakan bahwa merupakan tindakan patriotik untuk membelanjakan uang dan memimpin konsumsi domestik China. (DH)