IHSG turun 0,92% imbas keputusan The Fed, bursa Asia terseret

Kamis, 11 Desember 2025

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,92% atau 80,44 poin ke level 8.620,48 pada perdagangan Kamis (11/12).

IHSG sempat anjlok hingga 1,44% ke level 8.560,11  di perdagangan sesi kedua, sebelum kembali menguat pada penutupan perdagangan. Pelemahan ini menjadi yang terdalam bagi IHSG sejak akhir Oktober 2025.

Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp34,32 triliun, termasuk Rp2,44 triliun transaksi di pasar negosiasi. Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 69,91 miliar lembar saham.

Analis Phintraco Sekuritas menilai bahwa penurunan IHSG dipicu aksi "sell on news" setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps).

"Namun perkiraan bahwa The Fed berpotensi hanya akan menurunkan suku bunga sebanyak satu kali pada tahun 2026, cenderung mengecewakan harapan pasar yang sebelumnya mengharapkan akan terjadi penurunan suku bunga sebanyak 2-3 kali pada tahun depan," tulis analis Phintraco dalam catatan yang disampaikan usai penutupan perdagangan.

Pelemahan tidak hanya terjadi di Indonesia. Mayoritas indeks saham Asia juga terkoreksi pada perdagangan hari ini.

Nikkei 225 turun 0,90%, Topix melemah 0,94%, Shanghai Composite turun 0,70%, Hang Seng turun 0,04%, SET Thailand turun 1,29%, dan VN Index Vietnam merosot 1,17%.

Dalam laporan terpisah, ekonom ING menilai pemangkasan suku bunga The Fed diiringi nuansa hawkish dari Ketua The Fed Jerome Powell.

Menurut ekonom ING, pelaku pasar tengah mencerna keputusan tersebut dan memprediksi bagaimana arah kebijakan moneter The Fed berikutnya.

"Powell menunjukkan perhatian yang lebih pada pasar tenaga kerja AS, dibandingkan risiko inflasi," tulis ekonom ING. (KR)