UNTR hentikan operasi tambang Martabe usai banjir melanda Aceh-Sumut
Jumat, 12 Desember 2025

JAKARTA – PT United Tractors Tbk (UNTR), anak usaha Grup Astra yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, telah menghentikan operasi pertambangan di wilayah tersebut usai banjir dan tanah longsor melanda sebagian wilayah Aceh dan Sumatra Utara (Sumut).
Corporate Secretary UNTR, Ari Setiawan, menyampaikan perseroan memiliki fasilitas produksi dan operasional di Martabe melalui PT Agincourt Resources (PTAR).
“Fasilitas produksi maupun operasionalnya tidak terdampak secara material,” kata Ari, dalam keterangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Ari menambahkan, PTAR telah menghentikan sementara operasinya mulai 6 Desember 2025. “Untuk memungkinkan PTAR fokus untuk dapat memberikan dukungan kemanusiaan dan pada upaya tanggap darurat bencana pada masyarakat di kabupaten Tapanuli Selatan.”
Belum ada kepastian kapan aset tambang yang menyumbang produksi 200 ribu ons emas per tahun itu, akan beroperasi kembali. Namun Ari memastikan kegiatan operasi akan dilanjutkan saat situasi menjadi lebih kondusif.
Ari juga memastikan tidak ada dampak keuangan maupun aspek hukum, yang berdampak material terhadap kegiatan operasi perusahaan.
Sampai dengan Rabu (10/12) kemarin, Ari mengatakan belum PTAR juga belum mengajukan klaim asuransi, mengingat kerugian yang disebabkan oleh bencana banjir dan tanah longsor tidak begitu signifikan bagi perusahaan.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh dan Sumut telah menewaskan lebih dari 916 orang hingga akhir pekan lalu.
Menteri Lingkungan Hidup mengaku tengah meninjau kembali seluruh izin perusahaan yang beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru. Sementara Menteri Kehutanan berencana mencabut puluhan izin pemanfaatan hutan di wilayah terdampak bencana. (KR)