Emas naik usai pemangkasan suku bunga The Fed, perak cetak rekor baru
Jumat, 12 Desember 2025

JAKARTA - Harga emas melesat ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan pada Kamis, didorong pelemahan dolar AS setelah Federal Reserve kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Momentum serupa juga terjadi pada perak, yang melonjak hingga menorehkan rekor baru di pasar global.
Dikutip reuters.com (12/12), pada pukul 13.42 ET waktu setempat, harga emas spot naik 1,2% menjadi U$4.280,08 per ons, level tertinggi sejak 21 Oktober. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 2,1% di US$4.313 per ons. Sementara itu, perak spot melambung hampir 4% ke $64,22 per ons, mendekati rekor intraday di US$64,31.
Analis Marex, Edward Meir, menilai reli perak menjadi katalis utama penguatan logam mulia lainnya. “Perak tampaknya menarik emas bersamanya, dan juga menarik platinum dan paladium... ada banyak momentum di baliknya saat ini.,” ujarnya.
Dolar AS melemah ke posisi terendah delapan pekan terhadap sekeranjang mata uang utama, membuat emas yang berdenominasi dolar lebih murah bagi pembeli luar negeri. Meir menambahkan bahwa kondisi inflasi yang belum kembali ke target 2% The Fed menjadikan pemangkasan suku bunga sebagai faktor bullish bagi emas. “Ketika Anda menurunkan suku bunga di tengah lingkungan inflasi yang masih belum optimal, itu sangat menguntungkan bagi emas.,” katanya.
Federal Reserve pada Rabu mengumumkan pemangkasan suku bunga untuk ketiga kalinya secara beruntun, sekaligus memberi sinyal arah kebijakan yang lebih longgar, meskipun prospek pemangkasan selanjutnya masih bergantung pada data ekonomi yang masuk.
Rekor baru perak dan penguatan emas mempertegas tren bullish di pasar logam mulia, seiring meningkatnya permintaan safe-haven dan melemahnya mata uang AS setelah keputusan The Fed.(DH)