Meta pakai Qwen Alibaba untuk latih model baru ‘Avocado’
Jumat, 12 Desember 2025

WASHINGTON - Meta Platforms disebut menggunakan model kecerdasan buatan open-source buatan Alibaba Group, Qwen, untuk menghidupkan kembali upaya AI-nya yang tersendat, sebuah langkah yang dinilai sebagai kemenangan lain bagi teknologi AI China.Menurut laporan Bloomberg pada Rabu, Meta, pemilik Facebook, memanfaatkan Qwen serta model open-source lain dari Google dan OpenAI untuk melatih model baru berkode nama Avocado, yang diperkirakan meluncur musim semi tahun depan.Laporan tersebut tidak menyebut versi Qwen yang digunakan. Bloomberg juga menyatakan bahwa Avocado menandai perubahan dari strategi Meta sebelumnya yang fokus pada open-source.Seperti dikutip scmp.com, alih-alih merilis model sepenuhnya terbuka seperti Llama, Meta diperkirakan hanya akan menyediakan akses melalui API resmi.Meta belum mengonfirmasi perubahan arah ini. Qwen saat ini menjadi seri model bahasa open-source paling populer di dunia, dan banyak perusahaan AS menggunakannya untuk membangun aplikasi mereka.CEO Airbnb, Brian Chesky, mengatakan perusahaannya “sangat bergantung” pada Qwen untuk mendukung agen layanan pelanggan berbasis AI.Upaya AI Meta mendapat perhatian besar setelah perusahaan menggelontorkan dana besar untuk merekrut talenta industri, termasuk laporan soal bonus penandatanganan hingga US$100 juta.Model Avocado dikembangkan oleh unit riset baru Meta, TBD Lab, yang dipimpin Chief AI Officer Alexandr Wang setelah perusahaan rintisannya diakuisisi seharga US$14,3 miliar.Bloomberg juga menyebut bahwa TBD Lab melakukan “distilling” terhadap Qwen dan model open-source lainnya—praktik kontroversial yang menggunakan output model lain untuk mempercepat pelatihan model baru.Praktik ini tidak ilegal, tetapi kerap dipandang negatif di industri. OpenAI sebelumnya menegur startup China DeepSeek karena praktik serupa.Llama pernah memimpin ekosistem open-source sejak 2023, namun rilis Llama 4 yang dinilai kurang memuaskan pada April mendorong Meta mempertimbangkan strategi baru, termasuk kemungkinan beralih ke model tertutup.Menurut Su Lian Jye, analis utama di Omdia, perkembangan ini menunjukkan bahwa jarak kemampuan AI China dan AS semakin menyempit, meski ia mengingatkan agar tidak meremehkan Meta.Ia menilai komunitas open-source Alibaba kian berkembang dan siap menantang tiga raksasa hyperscaler Barat. (DK)