CEO Strategy Phong Le: Jual bicoin bisa saja kalau diperlukan
Jumat, 12 Desember 2025
WASHINGTON - CEO Strategy (NASDAQ:MSTR), Phong Le, menegaskan bahwa perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk menjual bitcoin bila situasi mengharuskannya.“Kami bisa menjual bitcoin, dan kami akan menjualnya jika diperlukan untuk membiayai pembayaran dividen ketika valuasi turun di bawah 1 kali mNAV,” ujar Le dalam podcast “What Bitcoin Did” yang dirilis pekan lalu.Seperti dikutip finance.yahoo.com, Le menekankan bahwa tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan jumlah Bitcoin per saham.Bila harga saham berada di bawah nilai aset bersih bitcoin yang mereka miliki, menjual sebagian BTC untuk mendanai dividen dianggap lebih menguntungkan, meski itu pilihan terakhir.Pernyataan Le muncul sebelum komentar serupa dari Chairman Strategy, Michael Saylor, pada 1 Desember, sebuah perubahan mengejutkan dari slogan “never sell your bitcoin” yang ia gaungkan selama bertahun-tahun.Menurut Saylor, skeptisisme bahwa perusahaan tidak bisa atau tidak mau menjual BTC untuk membayar dividen perlu dibantah.Ia menegaskan bahwa perusahaan mampu menjual sebagian kecil bitcoin yang telah meningkat nilainya, membayar dividen, dan tetap menambah kepemilikan bitcoin setiap kuartal.Saylor menjelaskan bahwa jika diperlukan, Strategy hanya perlu melepas “sebagian kecil — sekitar empat per sepuluh basis poin” dari total kepemilikannya.Perusahaan penyimpan bitcoin pertama ini kini memegang 650.000 BTC senilai US$56,5 miliar, terbesar di dunia korporasi.Stok ini dibangun lewat penerbitan saham untuk membeli bitcoin tanpa mengurangi imbal hasil BTC karena harga saham perusahaan sebelumnya jauh di atas nilai BTC yang dimilikinya.Namun, rasio mNAV perusahaan turun tajam dalam beberapa bulan terakhir seiring memudarnya minat terhadap strategi treasury bitcoin dan munculnya banyak peniru.Kini rasio mNAV berada di 0,99, artinya valuasi perusahaan berada di bawah nilai bitcoin yang mereka pegang.Di tengah tekanan tersebut, Strategy menerbitkan berbagai seri saham preferen untuk menambah akses pendanaan pembelian bitcoin tanpa dilusi pengguna.Namun, instrumen ini juga membawa kewajiban dividen ratusan juta dolar, sementara bisnis inti perusahaan tidak menghasilkan arus kas.Ketergantungan pada pendanaan baru untuk membayar investor lama memicu tudingan mirip skema Ponzi.Pada 1 Desember, perusahaan mengumumkan pembentukan cadangan kas $1,44 miliar melalui penjualan saham biasa, cukup untuk membiayai dividen selama 21 bulan dan diharapkan bisa diperpanjang hingga 24 bulan.Cadangan ini membuat skenario penjualan bitcoin tampak masih jauh. Pergantian nada komunikasi Strategy muncul setelah perusahaan mendapat peringkat obligasi sampah dari S&P Global Ratings pada Oktober, yang menyoroti minimnya likuiditas dolar dan keengganan perusahaan menjual bitcoin. (DK)